INILAH.COM, Jakarta Meski proses akuisisi PT Bumi resourses (BUMI) diterpa berbagai dugaan miring, pengambilalihan itu diprediksi akan tetap berjalan mulus. Pasalnya, sebagian besar investor ritel BUMI berkepentingan atas akuisisi itu, yaitu untuk penyelesaian repo.
Pengamat Pasar Modal Dandossi Matram menilai, akuisisi BUMI bisa dilaksanakan selama perseroan bisa mengikuti permintaan dari Bapepam yang dianggapnya tidak sulit. Yaitu menunjuk apraisser independen. Sehingga, apapun hasilnya, penilaian itu akan dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Independen.
Dandossi pun yakin kebanyakan pemegang saham minorotas (ritel) akan menyetujui akuisisi dalam RUPS tersebut. Hal ini mengingat akusisi itu terkait dengan repo-repo saham BUMI di pasar. "Sehingga, bila akuisisi berhasil, akan ada aliran uang yang bisa digunakan untuk menyelesaikan persoalan repo. Makakanya bisa kita duga kemungkinan besar RUPS akan menyetujui akuisisi," katanya kepada INILAH.COM.
Awal Januari 2009, BUMI mengambil alih 76,8% saham PT Fajar Bumi Sakti (FBS) senilai Rp 2,475 triliun dan membeli secara tidak langsung 44% saham PT Darma Henwa (DEWA). BUMI juga mengambil alih 84% saham PT Pendopo Energi Batubara (PEB) senilai Rp 1,304 triliun. Total, Rp 6,18 triliun.
Berikut ini petikan lengkap wawancara Dandossi Matram dengan INILAH.COM.
Saham BUMI selama ini bergerak tak tentu arah, apa benar-benar hanya karena sentimen?
Sebenarnya para pemegang saham itu berharap akuisisi ini akan berhasil. Jadi logikanya ke arah itu. Hal ini yang menyebabkan harga saham BUMI bergerak terus. Karena begitu akusisi ini selesai, pemegang saham DEWA dan lainnya akan uang. Dan uang itu bisa digunakan untuk menyelesaikan reponya. Menurut saya, inilah yang kemudian diantisipasi pasar dengan melakukan pembelian BUMI. Karena, permasalahan repo ini diharapkan bisa selesai dengan disetujuinya proses akuisisi ini.
Bukankah selama ini dikabarkan, pemegang saham minoritas akan berusaha membatalkan akuisisi dalam RUPS nanti?
Yang benar, akuisisi itu bisa dilaksanakan sepanjang BUMI mengikuti permintaan Bapepam, dan itu bukan permintaan yang sulit dengan menunjuk apraisser independen. Ini yang kemudian akan dibawa ke dalam RUPS, apapun hasilnya.
Dalam RUPS, pemegang saham minoritas atau ritel, saya kira akan setuju dengan akuisisi. Karena akusisi ini ada kaitannya dengan repo-repo saham BUMI di pasar. Ini juga terkait dengan pemegang saham BUMI, yang mungkin juga pemegang saham DEWA dan sebagainya.
Sehingga, bila akuisisi berhasil, akan ada aliran uang yang bisa digunakan untuk menyelesaikan persoalan repo. Makakanya bisa kita duga kemungkinan besar RUPS akan menyetujui akuisisi. Karena kalau tidak disetujui, berarti pemegang saham BUMI yang notabene berasal dari repo, akan menderita terus dan tidak selesai urusannya.
Ada pendapat bahwa akuisisi akan disetujui dalam RUPS, karena kebanyakan saham BUMI sudah dimiliki grup Bakrie
Keputusan RUPS nanti merupakan keputusan pemegang saham independen, bukan pemegang saham pendiri. Kalau pemegang saham pendiri kan ada benturan kepentingan, jadi tidak boleh ikut ambil keputusan.
Bagaimana dengan anggapan bahwa akuisisi ini merugikan pemegang saham minoritas?
Soal mereka dirugikan atau tidak, sebetulnya tergantung. Karena pemegang saham minoritas BUMI ada dua pihak. Yang pertama adalah pemegang saham BUMI yang eks-repo, yang merasa diuntungkan karena reponya akan beres. Mereka ini jumlahnya dominan di pasar.
Pihak satunya adalah pemegang saham minoritas yang tidak terkait dengan repo. Mereka dirugikan dengan asumsi bahwa akuisisi itu kemahalan. Kalau akuisisi itu dianggap wajar, maka tidak ada yang dirugikan sepanjang BUMI bisa mendapat tambahan laba dari akuisisi tersebut.
Bagaimana pergerakan saham BUMI ke depan?
Kalau kita lihat beberapa hari ini sudah mulai bergeliat, turun lagi, naik lagi. Jadi dalam beberapa hari ke depan masih akan terus berfluktuasi secara dinamis. Cuma, untuk turun lagi sepertinya susah. Dia akan cenderung pada tren kenaikannya. [E2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !