INILAH.COM, Jombang - Poros Bumi yang dideklarasikan kaukus muda PKB tidak mendapat tanggapan antusias Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Abdul Azis Mansyur. Wacana duet pencapresan Sultan Hamangku Buwono X-Muhaimin Iskandar bersifat coba-coba.
"Duet Sultan-Muhaimin hanya bersifat penjajagan, yakni untuk mengetahui reaksi publik. Jika respon dari masyarakat positif maka akan kita lanjutkan, tapi jika tidak maka pasangan tersebut bisa saja kita bongkar," kata Kiai Azis saat ditemui di rumahnya, komplek Ponpes Pacul Gowang, Jombang, Jumat (6/3).
Duet itu, kata Aziz, hanya untuk mengetahui respon publik. Dalam arti, jika reaksi pasar sangat minim maka bukan tidak mungkin pasangan ini akan dibongkar. Begitu juga sebaliknya, jika pasangan ini mendapat respon positif maka akan diteruskan.
Pengasuh Ponpes Tarbiyatun Nasyiin ini menambahkan, sebelum wacana Sultan - Imin bergulir, pihaknya sudah mendapatkan pemberitahuan dari Muhaimin Iskandar. Kiai kharismatik ini pun akhirnya mempersilahkan Imin untuk duet dengan Sultan. Hanya saja, Kiai Azis memberi catatan, bahwa duet tersebut tidak bersifat permanen.
Sedangkan wacana Imin duet dengan vokalis Dewa, Dani Ahmad, tak begitu ditanggapi serius oleh Kiai kharismatik ini. Menurutnya, wacana tersebut hanya bersifat guyonan. Karena, tambah Azis, Muhaimin belum pernah mendiskusikan dengan pihaknya.
Terlepas dari itu semua, pengasuh Ponpes Pacul Gowang ini akan mengumpulkan sejumlah kiai sepuh di Jawa Timur. Pertemuan yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini bertujuan untuk menggodok figur capres mendatang.
"Untuk waktunya belum pasti. Tapi pertemuan itu akan membahas kriteria capres - cawapres versi kiai," pungkasnya. [beritajatim.com/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !