INILAH.COM, London - Kembalinya king of pop Michael Jackson malah menimbulkan banyak pertanyaan. Benarkah ia kembali atau hanya selingan? Apakah ia akan menyanyi atau hanya lipsynch? Apakah dia masih melakukan gaya disko khasnya? Hmm...
Biasanya, untuk musisi sekaliber Jacko, panggilannya, penampilan setelah lama tak kembali, selalu dinantikan. Berbeda untuknya, pertanyaan dan keheranan justru berdatangan. Hal itu terlihat ketika ia muncul pada Kamis (5/3) di O2 Arena, London untuk mengumumkan 10 seri konser yang akan ia selenggarakan.
Rangkaian show itu akan digelar pada 8 Juli mendatang. Jurnalis yang menghadiri konferensi pers tadinya sempat pesimistis apakah sang bintang akan hadir. Jacko muncul. Ia bahkan terlihat lebih segar dibandingkan fotonya beberapa waktu terakhir, ketika banyak masalah menimpanya.
Kendati demikian, pengumuman yang terlontar dari bibirnya dirasa sangat mengecewakan. Apalagi penggemar menantinya selama hampir 5 jam di konferensi pers itu. Mereka berteriak ketika ia berbicara hanya selama 4 menit. Mereka bertanya-tanya, mengapa rangkaian tur pertama sejak yang terakhir 12 tahun lalu itu merupakan yang terakhir.
"(Tur) ini akan menjadi show terakhir saya di London. Ketika saya berkata inilah saatnya, maka ini benar-benar menjadi saatnya. Saya akan membawakan lagu-lagu yang ingin didengarkan para penggemar. Inilah saatnya, ini benar-benar saatnya, inilah pertunjukan terakhir saya," kata mantan suami Lisa Marie Presley itu.
Sontak, semua orang terkejut dengan keputusan mantan pentolan grup band Jackson 5 itu. Namun Presiden AEG Live, pihak promotor konser Jacko, Randy Phillips, memiliki jawaban yang lebih jelas untuk keputusan bintang besar pada 1980-an itu. Menurutnya, keputusan yang mereka putuskan ini bukanlah final atau hanya sekedar ikut meramaikan musim panas.
"Tak ada yang benar-benar yakin dengan hal ini. Saya tak ingin terlalu sok yakin dengan hal itu. Saya juga belum tahu apa yang benar-benar diinginkan Michael," katanya pada kesempatan yang sama.
Hingga kini, pihak AEG masih belum mengeluarkan tanggal pasti untuk jadwal show Jakson. Ia teringat ketika O2 Arena sedikit kacau saat penyanyi tenar Prince tampil di tempat itu dalam rangkaian 21 jadwal shownya pada 2007. "Kami tak tahu sebesar apa permintaannya nanti," sambung Phillips.
Beberapa pihak juga mengkhawatirkan kesehatan Jackson yang sempat drop beberapa waktu belakangan ini. Phillips menjelaskan masalah ini dengan percaya diri. Meski terlihat ringkih dan lemah, tuturnya, ia yakin kakak Janet Jackson itu telah melalui pemeriksaan fisik dan siap untuk tampil dalam konser. "Jangan khawatir, ia bernyanyi, bukan lipsynch," imbuhnya.
Kerjasama AEG Live dengan Jackson akan berlangsung hingga 3,5 tahun ke depan. Antara lain melibatkan konser, musik baru, film, termasuk adaptasi layar lebar video hit Thriller. Jika sukses, diperkirakan Jakson setidaknya menerima US$ 400 juta.
Hal ini juga berkaitan dengan pemilihan lokasi shownya yang mengambil tempat di Eropa. Menurut aktris 1930-an, Lucy Wood, umumnya penduduk Eropa tak seperti Amerika. "Mereka tak terlalu menghakimi. Ada penggemar setia di sini dan masih menyukai disko 1980-an. AS sepertinya didominasi rap dan hip-hop," lanjutnya.
Meski begitu, pria berusia 50 tahun yang memiliki album paling laris sedunia, Thriller (1982) itu tak hanya mengundang haru biru para penggemarnya. Beberapa komentator tak terlalu terkesan dengan rencananya itu.
Mereka yang menduga konser ini untuk menutup kerugian Jacko akibat berbagai kasus yang melilitnya belakangan ini, memperkirakan langkah terbaru Jacko ini tak akan terlalu menguntungkan. Bagaimanapun, penggemarnya tentu menantikan selama 12 tahun sebelum idola mereka ini kembali tampil. Who's bad? [I4]