INILAH.COM, Mesir - Sebuah konvoi bantuan Inggris yang dipimpin anggota parlemen George Galloway dilempari batu dan diserang di kota El-Arish, Mesir, Minggu (8/3). Sejumlah orang terluka dalam serangan kecil tersebut.
"Itu hal yang sangat memalukan. Listrik padam. Dalam keadaan gelap, anggota-anggota konvoi kami diserang batu." kata penyelenggara konvoi bantuan, Yvonne Ridley, kepada AFP.
Konvoi tersebut berangkat dari London bulan lalu dengan membawa bantuan bernilai sekitar 1 juta pound (1,4 juta dolar). Tiba di El-Arish, sekitar 45 km dari penyeberangan Rafah menuju Gaza (7/3).
"Penyerang juga menulis kata-kata kotor dan slogan anti-Hamas," ujarnya.
Seorang pejabat keamanan Mesir mengatakan listrik padam merupakan hal yang biasa terjadi di daerah tersebut. Selama listrik mati, lanjutnya, anak-anak melempari konvoi itu dengan batu.
Konvoi itu diperkirakan menuju Rafah pada Senin (9/3) setelah perselisihan diselesaikan antara penyelenggara dan aparat Mesir terkait dengan penyertaan bantuan non-medis dalam konvoi tersebut.
Para pejabat Mesir mengizinkan bantuan medis melewati penyeberangan Rafah. Namun, barang-barang non-medis seperti makanan harus melewati penyeberangan Israel dengan wilayah Gaza.
"George Galloway masih melakukan negosiasi. Apa yang telah kami sepakati lakukan adalah memisahkan bantuan medis dari bantuan non-medis. Bantuan non-medis akan dibawa ke Gaza oleh Bulan Sabit Merah Mesir." pungkas Ridley. [*/bar]