INILAH.COM, Pangkalpinang,- Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni mengingatkan caleg yang bersaing dalam Pemilu 9 April mendatang agar siap menerima kekalahan. Caleg yang kalah harus senang melihat pesaing politiknya menang.
"Caleg tentu menginginkan menang, tidak ingin kalah sehingga akan terjadi gesekan-gesekan. Untuk itu saya ingatkan kepada caleg harus siap kalah dan menang, " kata Maftuh di Pangkalpinang, Senin (9/3).
Menurut Maftuh, ukuran pemilu adalah pesertanya harus siap kalah dan menang agar tercipta pesta demokrasi yang aman damai serta melahirkan pemimpin yang amanah. "Pemilu nanti ukurannya adalah siap kalah dan menang, dalam artian caleg yang kalah harus senang melihat saudaranya yang menang. Itu baru menyontoh apa yang telah dilakukan oleh para sahabat Rasullah Muhammad SAW, " katanya.
Menag mengatakan untuk menjunjung tinggi ajaran Rasulullah SAW sebagai panutan utama, maka harus memperhatikan momentum pemilu itu sebagai ukuran sejauhmana mengikuti jejak Rasulullah SAW.
"Rasullah Muhammad SAW mengatakan, tidaklah seseorang dari kalian itu beriman hingga menyenangi apa yang dimiliki oleh saudaranya seperti apa yang dimiliki dirinya. Dalam kontek pemilu, caleg yang kalah harus senang melihat saingan politiknya menang. Itu baru mengamalkan Sunnah Rasulullah SAW, "ujarnya.
Menurut Menag, bersaing dalam pemilu itu wajar. Namun, jangan sampai memusuhi yang menang hanya karena merasa tidak senang. "Akui kekalahan dan dukung mereka yang menang karena ukuran sukses pemilu bukan saja berhasil memenangkan pertarungan politik tetapi sejauhmana pesertanya mampu menciptakan pemilu yang elegan," pungkasnya. [*/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !