INILAH.COM, Jombang - Dukun cilik asal Jombang, Jawa Timur, M Ponari terancam tidak naik kelas. Pasalnya, siswa kelas III SDN Balongsari I Kecamatan Megaluh, Jombang, ini sudah sebulan lebih mangkir dari sekolahnya.
Sekitar dua pekan terakhir, anak pasangan Kamsin dan Mukaromah ini telah menutup praktiknya. Hal ini membuat Ponari mogok sekolah karena tidak diperkenankan membuka praktik.
Mogok sekolahnya Ponari, membuat pemilik 'batu petir' ini terancam tidak naik kelas. Padahal, dua bulan lagi akan diadakan ujian semester.
"Karena bolos selama satu bulan lebih, sudah dapat dipastikan Ponari akan ketinggalan pelajaran. Jika sudah demikian, maka Ponari berpotensi tidak naik kelas," kata Kepala SDN Balongsari I, Miharso, saat ditemui di ruangannya, Rabu (11/3).
Miharso menjelaskan, sebenarnya tidak ada aturan tentang persentasi kehadiran siswa. Namun, dengan tidak hadirnya Ponari selama sebulan lebih mengakibatkan Ponari tertinggal pelajaran. Apalagi, kegiatan home schooling yang sempat dilakukannya selama dua pekan terbengkalai, bahkan terhenti.
Untuk menyikapi fenomena tersebut, Miharso mengaku kebingungan. Di satu sisi, Ponari tidak masuk sekolah karena alasan sibuk mengobati pasien. Namun, ketika praktik bocah ajaib itu tutup, Ponari tetap bolos sekolah.
"Kita sudah memperingatkan, tapi belum ada sikap tegas dari keluarga. Kalau tetap bolos, ya akibatnya Ponari bisa tidak naik kelas," pungkasnya. [beritajatim/nuz]