INILAH.COM, Jakarta - PT Dinar Securities berupaya menyelesaikan data back office pekan depan, sehingga perusahaan sekuritas itu dapat memperbaiki Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD.
Hal ini diungkapkan Direktur Dinar Securities Satrio Utomo saat ditemui di Bapepam-LK, Jakarta, Rabu (11/3).
Ia mengakui, Dinar meminta BEI untuk menghentikan perdagangan sementara atau suspensi karena administrasi dan back office belum tersusun dengan rapi.
"Karena belum teratur data back office-nya, jadi MKBD pun kacau," tegas Satrio.
Menurutnya, MKBD Dinar sebesar Rp 40 miliar. Nantinya, jika data back office selesai, maka BEI akan memeriksa kelengkapan data manajemen Dinar.
"Tinggal dua langkah lagi lah," tegasnya.
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada PT Dinar Securities apabila hingga akhir Januari tidak bisa memperbaiki posisi MKBD-nya.
Saat ini MKBD PT Dinar Securities hanya Rp Rp 12,098 miliar dari semestinya sebesar Rp 25 miliar.
"Kalau sampai akhir bulan ini mereka belum penuhi, kita akan beri tindakan kepada mereka. Bisa saja kita peringatkan mereka lagi, bisa saja suspensi dilakukan lagi atau peringatan," kata Perdagangan Fixed Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan BEI Guntur Pasaribu di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (22/1).
Guntur juga mengungkapkan bahwa PT Dinar Securities telah mengajukan perubahan komposisi pemegang saham dan manajemen kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Dinar juga berencana melakukan pembenahan operasional guna meningkatkan kinerjanya. [tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !