INILAH.COM, Surabaya - Kenekatan keluarga dukun cilik asal Jombang M Ponari membuka praktik kembali mendapat reaksi keras dari Polda Jatim. Polda akan tetap menutup praktik pengobatan Ponari.
Kapolda Jatim, Brigjen Pol Anton Bachrul Alam mengatakan, praktik pengobatan Ponari tersebut mendatangkan banyak masa dan menimbulkan kerawanan. Karena itu, pihaknya berharap praktik Ponari tidak dilanjutkan.
"Praktik itu kan mendatangkan massa, jadi ya tidak boleh. Lebih baik ditutup saja," ujar Anton saat ditemui di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (12/3).
Bagaimana jika keluarga ngotot? Anton mengatakan bahwa polisi berhak menilai dan menentukan keamanan suatu kondisi. Dan Anton menilai kondisi praktik Ponari tersebut tidak aman.
"Keamanan kan dinilai oleh polisi, praktik Ponari kita nilai tidak aman. Kalau nanti terjadi sesuatu atau jatuh korban, siapa yang disalahkan? Polisi juga kan," imbuh Anton.
Anton juga menginstruksikan Kapolres Jombang untuk menutup praktik Ponari dan terus mengawasi jika sewaktu-waktu nekat buka praktik. [beritajatim.com/ana]