INILAH.COM, Jombang - Fenomena pengobatan alternatif ala Ponari rupanya menarik perhatian mantan Presiden RI Abdurahman Wahid alias Gus Dur. Ketua Dewan Syuro PKB tersebut tidak sependapat dengan MUI.
"Ndak ada alasan untuk diharamkan atau ditutup. Ya biarkan saja. Nanti kalau kekuatannya sudah hilang kan habis dengan sendirinya," kata Gus Dur di kediaman Bupati Probolinggo, Hasan Aminuddin, Kamis (12/3).
"Dalam dunia pengobatan, yang diharamkan itu kalau alatnya atau obatnya disalahgunakan. Kalau Ponari, ya biarlah kasihan kan dia (bila harus ditekan untuk tidak membuka praktik)," lanjut Gus Dur.
Seperti pernah diberitakan, MUI sempat menyatakan pengobatan dengan metode batu celup ala Ponari, dinilai keluar dari kaidah agama. Apalagi, sampai menimbulkan korban meninggal dunia.
"Kami meminta kepada pemerintah supaya menghentikan praktek dukun tiban Ponari di Jombang, karena telah menimbulkan korban korban jiwa," kata Abdul Somad Buchori, Ketua Majelis Ulama Indonesis (MUI) Jawa Timur pada Rabu (18/2). [beritajatim/bar]