Senin, 28 Mei 2012 | 10:51 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Praktik Tutup, Ponari Kesakitan
Headline
Ponari - inilah.com/Duta
Oleh:
web - Jumat, 13 Maret 2009 | 10:49 WIB
INILAH.COM, Jombang - Selama tak membuka praktik pengobatan, Ponari dikabarkan mengalami kejadian aneh. Setiap malam dia kesakitan karena merasa ada yang menggebuki tubuhnya.

Dua minggu sudah Ponari tidak mengobati pasiennya. Sejak penutupan itu, Paman Ponari bernama Paeno mengayakan keponakannya mengeluh kesakitan.

Jika sudah demikian, maka paginya seluruh keluarga akan mengalami kerepotan. Selain tidak mau sekolah, Ponari selalu minta dipijit agar rasa sakit ditubuhnya hilang. Hal itulah yang menyebabkan pihak keluarga tetap ngotot agar praktik pengobatan Ponari kembali dibuka.

"Seharusnya pihak Muspida Jombang memahami apa yang dirasakan Ponari dan kelurganya. Bukan sebaliknya, malah bersikeras agar pengobatan Ponari ditutup. Justru kalau ditutup, keponakan saya itu malas untuk sekolah," kata Paeno ketika mengetahui bahwasannya Muspida tetap bersikeras melarang pembukaan praktik pengobtan Ponari, Jumat (13/3).

Paeno yang ditemui dihalaman SDN Balongsari I menambahkan, ia menduga rasa sakit seperti dipukuli orang yang diderita Ponari disebabkan oleh kemarahan mahluk yang menunggu batu petir milik keponakannya itu.

Sebab, menurutnya, Ponari sudah mendapat amanat untuk mengobati orang. Ironisnya, amanat itu diganjal oleh berbagai pihak.

Hal itu sangat berbeda jika Ponari sedang membuka praktik pengobatan. Setiap pagi, saat bangun tidur, Ponari selalu ceria dan semangat untuk sekolah.

"Dengan berbagai pertimbangan, prinsipnya pihak keluarga menginginkan agar praktik Ponari tetap jalan. Namun semuanya kita serahkan kuasa hukum," pungkas Paeno.

Sementara itu, Ponari saat ditemui disela-sela waktu istirahat sekolah, tidak banyak berkata. Dengan mengenakan seragam pramuka, bocah yang masih duduk dikelas III ini hanya mengatakan ya dan tidak ketika dihujani pertanyaan sejumlah wartawan.

Apakah Ponari masih ingin mengobati orang? Penemu batu petir ini hanya menganggukan kepala. "Kalau tidak boleh mengobati saya tidak mau sekolah," jawab Ponari singkat. [beritajatim.com/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.