INILAH.COM, Jombang Pro-kontra seputar dibukanya kembali praktik pengobatan dukun cilik M Ponari, 9, terus menggelinding. Selain Muspida, penolakan juga bergulir dari salah satu ormas Islam PD Muhammadiyah Jombang, Jawa Timur.
Sekitar 15 orang pengurus PD Muhammadiyah mendatangi polres setempat dan menyuarakan penolakan terhadap rencana pembukaan praktik Ponari. Mereka menyampaikan secara langsung surat pernyataan penolakan terhadap rencana pembukaan praktik dukun yang menggunakan media batu yang konon tersambar petir itu.
Intinya, Muhammadiyah mendukung langkah Muspida. Selain itu juga menghimbau kepada masyarakat agar mencari pengobatan yang rasional.
"Karena berbagai pertimbangan, kami mendukung langkah Muspida untuk menolak rencana pembukaan praktik pengobatan Ponari. Apalagi sebentar lagi kita akan melaksanakan pemilu," kata Ketua PD Muhammadiyah Jombang Rahmat Hadi Santoso kepada petugas, Jumat (13/3) sore.
Selanjutnya, rombongan ditemui oleh Kapolres Jombang AKBP Tomsi Tohir di ruangannya. Di hadapan Kapolres, selain menyerahkan surat pernyataan, Ketua PD Muhammadiyah juga menyampaikan secara langsung dukungan tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Muhammadiyah," sambung Kapolres Jombang Tomsi Tohir. [beritajatim/nuz]