INILAH.COM, Jakarta - Pertemuan Imam Bonjol antara JK dan Megawati Soekarnoputri telah menyiratkan makna pentingnya menjalin silaturahmi antar pimpinan parpol. Untuk itu SBY diminta untuk tidak berdiam diri.
"Silaturahmi antar elit itu memang penting untuk menenangkan rakyat. SBY kalau terlalu berdiam diri nanti seolah-olah tidak ada kawan dan terkesan arogan begitu juga dengan Megawati," kata pengamat politik
dari Universitas Paramadina Burhanuddin Muhtadi.
Hal itu disampaikannya seusai diksusi 'kemana arah koalisi' di Warung Daun Pakubuwono, Jakarta, Sabtu (14/3). Menurut Burhanuddin, bila Megatidak mau memulai untuk bertemua SBY sebaiknya, SBY yang proaktif
mendatangi Megawati.
"SBY seharusnya bisa lebih proaktif untuk mengundang Mega. Tidak ada salahnya untuk menemui mega karena itu justru akan menunjukkan SBY sebagai ksatria," ungkap Peneliti Senior Lembaga Survei Indonesia
(LSI) ini.
Menurutnya tidak pernah bertemunya antara SBY dan Megawati pasca Pilpres 2004, merupakan sebuah bentuk pendidikan politik yang tidak
baik untuk rakyat. Dan diharapkan, pada Pilpres 2009 ini hal serupa tidak terulang kembali.
"Pilpres 2009 yang menang harus menang secara terhormat dan yang kalah harus jadi pecundang yang terhormat juga dengan mau menerima kekalahannya," pungkasnya. [mut/ana]