INILAH.COM, Jombang - Membuldaknya pasien yang mendatangi kediaman Ponari membuat panitia segera membuka praktik pengobatan meski sang dukun cilik masih tertidur pulas. Pengobatan yang dilakukan terkesan asal-asalan.
Data yang ada di panitia, tidak kurang dari 5 ribu kupon sudah, Minggu (15/3). Menariknya, dalam melakukan pengobatan, Ponari melakukannya sambil matanya terpejam. Bukannya untuk menambah konsentrasi, tapi bocah ini tidur pulas.
Praktis, dalam melakukan pengobatan Ponari tidak digendong seperti biasanya. Tapi bocah yang masih duduk dikelas III SD ini disediakan meja lengkap dengan bantalnya.
Sedangkan pasien yang sudah berjajar langsung menghampiri. Seorang panitia memegangi tangan Ponari beserta batu 'ajaibnya. Begitu pasien datang panitia tersebut langsung memegangi tangan Ponari beserta batu untuk dicelupkan ke wadah berisi air yang dibawa pasien.
"Saat pasien berdatangan, ternyata Ponari masih tidur. Dari pada terjadi penumpukan massa, akhirnya kita tetap melakukan pengobatan meski Ponari matanya masih terpejam," kata Mustofa, salah satu panitia ketika ditemui dilokasi pengobatan.
Sementara itu, sejumlah pasien mengeluh karena mahalnya biaya penitipan sepeda yang ada di Dusun Kedungsari Desa Balongsari Kecamatan Megaluh. Betapa tidak, satu sepeda motor warga mematok harga Rp 5 ribu. Sudah begitu, pengunjung yang masih berada dipinggir jalan dan tidak segera menitipkan sepedanya langsung dibentak untuk menyingkir.
"Kalau tidak mau menitipkan sepeda jangan bergerombol di pinggir jalan. Ini tempatnya orang bekerja," bentak petugas penitipan. [beritajatim/dil]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !