INILAH.COM, Jakarta - Kasus transaksi derivatif yang dilakukan PT Mobile-8 (FREN) membutuhkan waktu 1 bulan untuk mendapatkan kejelasannya.
Hal ini diakui Kabiro Perundang-Undangan dan Bantuan Hukum Bapepam, Robinson Simbolon di Gedung Bapepam, Selasa (17/3).
Ia menjelaskan, pemeriksaan transaksi derivatif ini tidaklah mudah karena terkait kasus hukum. "Lebih lama pemeriksaannya dibandingkan kasus CPRO," jelas Robin.
Kasus transaksi derivatif ini sebelumnya telah masuk ke Komite Penetapan Sanksi.
Berdasarkan laporan keuangan Mobile-8 per September 2008 disebutkan operator berbasis code division multiple acces (CDMA) itu membuat perjanjian swap dengan Lehman Brothers Special Financing (LBSF). Perjanjian swap yang berlaku efektif 15 Agustus 2007 hingga 1 Maret 2011 nilainya mencapai US$100 juta.
Pada perjanjian itu, Mobile-8 setuju untuk membayarnya dengan bunga tetap 10,45%.
Dalam laporan tersebut, laporan keuangan Mobile-8 semester 1/2008 mendapat opini wajar dengan pengecualian karena tidak tercatat posisi mark to market transaksi swap dengan Lehman Brothers. Manajemen Mobile-8 menganggap bahwa kelanjutan transaksi swap belum jelas menyusul bangkrutnya Lehman Holding Inc di AS.
Sebelumnya, Lehman menyediakan fasilitas pinjaman US$ 70 juta untuk Mobile-8, namun perseroan telah membayarnya. [cms]