INILAH.COM, Jakarta - Pamflet genit PKS yang memakai warna dasar parpol besar dinilai sah-sah saja. Sebab yang dipermainkan adalah interpretasi orang, yang bisa berbeda-beda menanggapinya.
"Ini berkaitan dengan interpretasi setiap orang itu kan berbda. Itu kan merupakan alat peraga, dan biasanya menjelang pemilu saling bertabrakan," kata pengamat politik UI Nur Iman Subono kepada INILAH.COM, Jakarta, Rabu (18/3).
Jika pamflet warna-warni tersebut dipasang PKS beberapa bulan lalu, orang akan melihatnya biasa saja. Namun karena disebar menjelang 9 April 2009, seluruh statment atau tingkah laku seperti itu selalu mempengaruhi proses politisasi yang tinggi.
"Dan ini akan membentuk pro da kontra," ujar Iman.
Dalam politik, lanjut Iman, orang memiliki visi dan misi serta memiliki kepentingan-kepentingan pribadi atau pun kelompok. Baik secara formal atau non formal.
"Nah, dalam politik itu selalu ada yang namanya negosiasi. Dan itu yang terjadi. Dan kalau menurut saya selama itu tidak muncul dalam bentuk kekerasan atau menghinan dan tidak melanggar etika politik, ya.. saya kira sah-sah saja," imbuhnya.
Efek bagi PKS, terang Iman, tidak akan berpengaruh apa-apa, karena pamflet tersebut biasa-biasa saja. Atau malah PKS ingin mengatakan mereka hadir di mana saja dalam memperjuangkan politik bangsa dan negara. [ana]