inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

PKS Genit Mainkan Interpretasi

Oleh: Vira Sahara
Rabu, 18 Maret 2009 | 14:19 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pamflet genit PKS yang memakai warna dasar parpol besar dinilai sah-sah saja. Sebab yang dipermainkan adalah interpretasi orang, yang bisa berbeda-beda menanggapinya.

"Ini berkaitan dengan interpretasi setiap orang itu kan berbda. Itu kan merupakan alat peraga, dan biasanya menjelang pemilu saling bertabrakan," kata pengamat politik UI Nur Iman Subono kepada INILAH.COM, Jakarta, Rabu (18/3).

Jika pamflet warna-warni tersebut dipasang PKS beberapa bulan lalu, orang akan melihatnya biasa saja. Namun karena disebar menjelang 9 April 2009, seluruh statment atau tingkah laku seperti itu selalu mempengaruhi proses politisasi yang tinggi.

"Dan ini akan membentuk pro da kontra," ujar Iman.

Dalam politik, lanjut Iman, orang memiliki visi dan misi serta memiliki kepentingan-kepentingan pribadi atau pun kelompok. Baik secara formal atau non formal.

"Nah, dalam politik itu selalu ada yang namanya negosiasi. Dan itu yang terjadi. Dan kalau menurut saya selama itu tidak muncul dalam bentuk kekerasan atau menghinan dan tidak melanggar etika politik, ya.. saya kira sah-sah saja," imbuhnya.

Efek bagi PKS, terang Iman, tidak akan berpengaruh apa-apa, karena pamflet tersebut biasa-biasa saja. Atau malah PKS ingin mengatakan mereka hadir di mana saja dalam memperjuangkan politik bangsa dan negara. [ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.