INILAH.COM, Jakarta - Jangan heran melihat pamflet PKS yang menggunakan warna dasar parpol-parpol besar. Bukan untuk menarik kader parpol lain, PKS hendak melakukan dekonstruksi pandangan terkait ideologi merah atau hijau.
Wasekjen PKS Fahri Hamzah mengatakan, selama ini ideologi dianggap sebagai kendala dalam berkomunikasi. Semisal adanya santri abangan dan sekuler.
"Dan kami merombak cara berpikir mereka. Kalau merah artinya sekuler, kalau hijau atinya Islam. Nah, kami melakukan ini untuk merusak itu semua," terang Fahri Hamzah kepada INILAH.COM, Jakarta, Rabu (18/3).
Menurut Fahri, ideologi semacam itu tidak real. Dan PSK ingin memberikan pencerahan bahwa isi lebih penting dari pada lambang dan warna.
"Dan itu esensi dari demokrasi. Tidak boleh dipilih dari segi warna apalagi golongan darah atau keturunan. Tapi dipilih kaeena idenya. Karena warna itu rupakan simbol semua," imbuhnya. [ana]