INILAH.COM, Jakarta - Bukan hanya penasihat pemegang obligasi PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO), Lin Chi Wei, yang mengirim surat dan bertandang ke Bapepam-LK, karena ternyata banyak yang mengirim surat elektronik ke ketua Bapepam-LK.
Hal itu dilakukan untuk memberikan keterangan seputar kebenaran rights issue CPRO dan adanya indikasi benturan kepentingan yang terjadi di dalamnya.
"Banyak orang yang kasih info ke saya," aku Ketua Bapepam Ahmad Fuad Rahmany kepada INILAH.COM, Rabu (18/3), di gedung Bapepam-LK.
Saat ditanya apakah mereka dari kalangan pelaku pasar atau politisi, Fuad menjelaskan bahwa kedua kalangan itu bisa memberikan informasi kebenaran soal CPRO.
"Semua orang kenal Chi Wei makanya dia yang selalu disorot, toh ada juga yang datang," terangnya.
Tetapi Fuad tidak menjelaskan siapa saja yang telah melaporkan kepada Bapepam-LK terkait rights issue CPRO itu.
Walaupun Bapepam-LK memutuskan rights issue CPRO batal, namun CPRO bisa melakukan penawaran saham terbatas kembali asalkan melakukan RUPS independen yang memenuhi kuorum berdasarkan peraturan IX.E.1 tentang Transaksi Terafiliasi dan Benturan Kepentingan.
Sementara itu, diakui Kabiro PP Bapepam-LK Sarjito, keputusan CPRO adalah murni pemeriksaan, tanpa ada campur tangan dari IRAI. Bapepam-LK telah melakukan penyelidikan atas CPRO dengan indikasi awal adanya benturan kepentingan sebelum surat IRAI masuk ke Bapepam-LK.
"Wah, kita sudah periksa dulu," tegas Sarjito.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !