INILAH.COM, Jakarta - Pertemuan antara PBB dengan Partai Demokrat (PD) belum mengarah pada koalisi. Namun baru sebatas menyamakan visi rencana adanya koalisi pemerintahan selanjutnya.
"Ada pengalaman di tahun 2004-2009 yang merupakan pelajaran untuk meningkatkan kerja sama yang lebih solid. Kita perlu menyamakan visi. Perlu garis besar dan bangunan politik kedepan," kata Ketua Umum PBB, MS. Kaban kepada wartawan di Kantor DPP PBB, Jl. Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (19/3).
Kaban menjelaskan, apa yang dilakukan saat ini merupakan pengulangan kebersamaan yang cukup lama terjadi. Setelah 5 tahun berlalu ternyata perlu dikuatkan kembali. Bahkan dulu baik SBY, JK, dan Yusril pernah melakukan hal yang sama.
"Bagi kita, selama 5 tahun ini perlu pembicaraan untuk melanjutkan koalisi. Diantaranya, parlemen yang perlu kesamaan visi untuk membangun pemerintahan yang kuat, perlu ada kekuatan yang memiliki program pemerintah," ucapnya.
Kaban menjelaskan, PBB mendapat kunjungan kehormatan dengan pertemuan silaturahim politik dengan Demokrat. Pertemuan ini untuk memperdalam kembali silatrurahim yang sudah lama terjalin.
"Pelajaran untuk membangun koalisi yang lebih kuat. Namun, kita belum bicara mengenai koalisi dengan siapa. semua perlu dibicarakan lebih detail lagi. Saya kira yang tadi dibicarakan merupakan detail-detail pelajaran. Yang jelas kita punya pengalaman untuk membuat pemerintah yang tetap kuat dan utuh," tandasnya. [fir/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !