INILAH.COM, Jakarta - Tak ada yang perlu diragukan dari komitmen produsen sepatu olahraga asal Amerika Serikat, Nike, untuk tetap menanamkan modalnya di Indonesia.
"Nike menyatakan akan menutup empat pabriknya tetapi tidak satu pun pabrik tersebut ada di Indonesia," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris, di Jakarta, Jumat (20/3).
Ia menerima pesan dari perwakilan Nike di Indonesia, John Ricard, yang menyatakan tidak akan menutup pabriknya di Indonesia.
Perwakilan Nike di Indonesia itu memang sudah mengatakan akan mengurangi produksinya dalam kurun 6 hingga 12 bulan mendatang.
"AS sebagai asal Nike melihat Indonesia masih merupakan tempat yang lebih aman untuk berinvestasi dan iklim usahanya kondusif," katanya.
Nike memang menyatakan akan menghentikan pemesanan dari empat pabriknya di sejumlah negara.
"Situasi kita dinilai paling kondusif dibandingkan dengan negara-negara lain," katanya.
Jadi, rencana penghentian pesanan oleh Nike tidak akan memberikan dampak buruk bagi Indonesia, bahkan ada kemungkinan justru ada penambahan pesanan oleh pabrik Nike di Indonesia setelah penutupan pabrik di luar negeri.
Penghentian pesanan dari empat pabrik Nike itu disebabkan karena menurunnya permintaan sepatu dari pasar dunia hingga sebesar 20%.
Selama ini Nike memiliki pabrik di sejumlah negara seperti Vietnam, China, Thailand, dan Indonesia.
Produksi sepatu secara nasional mencapai 1,2 miliar pasang, dan untuk sepatu sport sebanyak 800 juta, dengan 60% dari jumlah itu dipasok oleh Nike. [*tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !