INILAH.COM, Jakarta - PKS tak mau ambil pusing dengan disebarkannya brosur 'PKS penganut anti tahlil, anti maulid, dan paham yang menganut aliran Wahabi' yang tersebar di Kediri. PKS sudah biasa difitnah.
"Kita sudah sering difitnah. Dan fitnah tersebut kelihatannya sistematis. Dan itu tidak menggoyahkan PKS," kata Wasekjen DPP PKS Fahri Hamzah kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (23/3).
Menurut Fahri, fitnah tersebut karena banyak yang tidak suka dengan PKS. Sehingga Fahri memandang isi brosur tersebut hal bisa.
"Sudah nggak ada waktu untuk ngurusin itu. Kita serahkan saja pada Panwaslu. Biar dia dan aparatur negara yang melakukan pengusutan," tuturnya.
Fahri juga yakin bahwa fitnah itu berasal dari partai tertentu yang ingin merebut suara PKS. Sebab PKS memiliki massa yang besar. Orang-orang PKS, lanjut dia, sering melakukan tahlil dan maulid.
Black campaign PKS anti tahlilan tersebut dilakukan oleh Muhammad Zaini, yang juga seorang ustadz asal Desa Datengan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.
Zaini dikabarkan telah menyesatkan sekitar 40 jamaah yang telah menggelar acara keagamaan di sebuah rumah warga di Dusun Ploso Kuning, Desa Datengan dengan cara membagi-bagikan brosur berisi 'PKS penganut antitahlil, anti Maulid Nabi, dan paham yang menganut Wahabi'. [ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !