INILAH.COM, Kendari - Sekjen PKS Anis Matta menyatakan partainya masih membuka peluang berkoalisi dengan SBY. Namun ada kontrak politik yang harus diikuti SBY, yakni membebaskan Palestina dari penjajah.
"PKS membuka diri untuk berkoalisi dengan partai politik maupun figur calon Presiden dan calon Wakil Presiden siapa pun tetapi mengedepankan kesamaan visi membangun bangsa ini," kata Sekjen PKS Anis Matta di Kendari, Senin (23/3).
Kontrak politik yang dibuat dengan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY tidak hanya meliputi urusan luar negeri tetapi juga urusan dalam negeri, yakni anti-korupsi.
PKS memiliki kepercayaan diri memberantas korupsi karena sejak kelahirannya terbukti tidak ada kader yang terlibat korupsi sebagaimana diamanahkan oleh reformasi.
"PKS tidak menjamin di masa mendatang kadernya bebas dari korupsi tetapi sampai hari ini dapat membuktikan kepada publik bahwa tidak ada kader PKS yang diproses hukum karena korupsi," kata Anis yang didampingi Ketua PKS Sultra Muh. Poli.
Komunikasi politik yang dibangun PKS menghadapi Pemilu 2009, kata Anis, masih dalam tahap penjajakan kesamaan persepsi dan akan dimatangkan setelah Pemilu 9 April 2009.
Jika target perolehan suara mencapai 20 persen pada Pemilu 9 April 2009 sebagaimana yang dicanangkan maka PKS akan mengajukan calon presiden (capres0 sendiri dan tetap membuka diri untuk berkoalisi dengan partai lainnya.
"PKS sudah menominasikan delapan kader partai terbaik sebagai capres, antara lain, Hidayat Nur Wahid (Ketua MPR) dan Tifatul Sembiring (Presiden PKS)," kata Anis.
Peluang raihan target 20 persen suara bagi PKS sesuatu yang realistis karena pengurus, kader dan keluarga besar PKS sudah bekerja maksimal dengan cara yang benar. [*/ana]