INILAH.COM, Jakarta - PKS mengakui jika mereka memiliki gedung di kawasan jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Namun gedung itu bukan berasal dari pengusaha Chairul Tanjung (CT) sebagai kompensasi mendukung duet SBY-CT di Pilpres 2009.
"Tidak ada kaitannya. PKS punya capres dan cawapres sendiri. Tidak ada kompensasi seperti itu. Mahal benar kompensasi," ujar anggota Tim Pemenangan Pemilu Nasional PKS Mahfudz Shiddiq kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (23/3).
Menurut Mahfudz, Kantor DPP PKS tetap berada di jalan Mampang Prapatan Raya No. 98 D, E, F Jakarta Selatan. Sedangkan yang berada di Jalan TB Simatupang adalah gedung Markas Dakwah. Jadi, itu bukan gedung DPP PKS.
"Bahkan Gedung PKS yang di Mampang telah kita perpanjang kontraknya. Per tahunnya Rp 80 juta. Tergantung kita mau perpanjang sampai kapan," jelas Ketua DPP PKS ini.
Terkait koalisi, diakui Mahfudz, tidak menutup kemungkinan PKS akan bersama kembali dengan PD dalam pemerintahan mendatang. Namun sebelum itu dilakukan, koalisi harus didasarkan kontrak politik yang jelas mengenai kebijakan pokok yang akan ditentukan. Hal tersebut perlu pembicaraan teknis.
"Rencananya pertemuan dengan PD pekan kemarin. Namun karena masing-masing sibuk kampanye, maka tidak sempat bertemu. Tapi akan ada pembicaraan lanjutan dalam waktu dekat ini. Mengenai kapannya nanti kalau ada informasi saya beri tahu," bebernya.
Sebuah SMS yang diterima INILAH.COM mengungkapkan, SBY akan berduet dengan Chairul Tanjung untuk pilpres 2009-2014. Posisi cawapres Chairul Tanjung akan didukung PKS dengan kompensasi pemberian Kantor PKS di daerah TB Simatupang senilai Rp 80 Miliar.
Jika benar terjadi itu merupakan transaksi politik yang luar biasa. Dan PKS akan menjadi partai dengan lompatan spektakuler karena dalam waktu singkat bisa punya kantor termegah di antara semua parpol yang sudah ada di Indonesia. [jib/dil]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !