INILAH.COM, Pangkalpinang - Presiden PKS Tifatul Sembiring, mengatakan, Provinsi Bangka Belitung (Babel) jangan menjual timah secara gelondongan (bahan mentah). Sehingga, diharapkan sumber daya provinsi ini akan memiliki nilai jual yang jauh lebih baik dibandingkan China.
"Masyarakat Babel sulit untuk makmur dari hasil kekayaan timah, sepanjang masih menjual secara gelondongan. Kemudian barang jadi dari bahan baku timah kembali dijual kepada kita dengan harga tinggi," katanya di Pangkalpinang, Senin (23/3).
Ia mencontohkan China yang tidak menjual timah secara gelondongan, tapi ada industrialisasi atau home industry."Sehingga perekonomian di China sangat kuat dan rakyatnya makmur, karena mampu memanfaatkan hasil produksi pertambangan timah dengan baik," katanya.
Sistem pengolahan timah di China, kata Tifatul, akan dirancang di Babel dan PKS akan melakukan hal itu. Ia mengatakan, Cina sudah terbukti makmur karena mampu memanfaatkan industri hilir timah yaitu mengolah timah menjadi barang jadi.
"Produk Cina yang terbuat dari timah mampu dijual ke berbagai negara untuk meningkatkan perekonomiannya. Seperti di New York, sebuah patung yang terbuat dari timah dengan nama Liberty ternyata orang Cina yang membuat," papar Tifatul.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi di Babel bisa lebih tinggi dibandingkan China jika mampu mengolah timah menjadi berbagai produk. "Alangkah serampangannya kita yang hanya mampu menjual timah secara gelondongan, tanpa diolah menjadi barang jadi. Padahal, itu salah satu cara cukup strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat," ujarnya. [*/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !