inovasi portal berita
Kamis, 23 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.9,059.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Inilah Artikel Heboh Refly Soal Suap Hakim MK

Headline
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD - inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: MA Hailuki
Sabtu, 30 Oktober 2010 | 00:02 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD sangat bernafsu ingin membongkar praktik suap sengketa pilkada di lembaganya. Dia mengangkat Pengamat dan Praktisi Hukum Tata Negara, Refly Harun sebagai ketua tim investigasi.

Mahfud sengaja menunjuk Refly, karena dialah yang membongkar adanya dugaan praktek suap sengketa Pilkada di MK melalui kolom opini di harian Kompas pada 25 Oktober 2010.

Inilah penggalan tulisan artikel Refly berjudul 'MK Masih Bersih?' yang membuat kuping Mahfud Merah.

Sampai pukul 12.46 tanggal 19 Oktober, kami bersih 100 persen! Siapa yang punya bukti (sebaliknya) silakan, akan kami bayarlah.

Begitu kutipan pernyataan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dalam jumpa pers di kantor MK, 19 Oktober (www.kompas.com, 19/10). Mahfud dan kolega hakim MK rupanya merasa perlu menggelar jumpa pers karena rumor mafia perkara meresahkan mereka.

Ada asap tentu ada api. Selentingan tentang MK yang mulai masuk angin kerap saya dengar. Ketika berkunjung ke Papua beberapa waktu lalu, saya mendengar keluhan dari peserta pertemuan bahwa pilkada tidak perlu lagi. Biayanya terlalu besar, baik bagi penyelenggara maupun kandidat. Setelah habis banyak dalam pilkada, nanti habis juga untuk bersengketa di MK. Ada yang habis Rp 10 miliar-Rp 12 miliar untuk MK, katanya.

Ada juga yang bercerita tentang negosiasi yang gagal untuk memenangi perkara. Hakim, kata orang itu, meminta uang Rp 1 miliar. Pemohon, calon gubernur, hanya sanggup memberikan garansi bank senilai itu. Karena ditunggu sampai sore tidak juga cair, negosiasi gagal dan permohonan pun dicabut.

Semua kisah itu membuat saya miris dan sedih. Sebagai orang yang pernah berkontribusi membangun MK menjadi pengadilan yang tepercayasebagai staf ahli 2003-2007saya senantiasa memimpikan ada pengadilan di negeri ini yang bersih. Pencari keadilan hanya perlu bekerja keras membuktikan kebenaran dalil hukumnya, tidak perlu direcoki faktor-faktor nonhukum.

Namun, untuk menghibur diri, seperti halnya Mahfud, saya menganggap cerita tentang suap di MK hanyalah celoteh mereka yang kalah. Sebelum ada kejadian hakim tertangkap tangan menerima suap, cerita tetaplah cerita.

Anggap saja tidak benar walau saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri uang dollar AS senilai Rp 1 miliar, yang menurut pemiliknya akan diserahkan ke salah satu hakim MK.
[kompas/mah]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
4 Komentar
jimmy @ Senin, 1 November 2010 | 21:07 WIB
negara ini harus bersih dari koruptor supaya anak bangsa ini terbebas dari kemiskinan.
jimmy @ Senin, 1 November 2010 | 20:49 WIB
negara ini harus bersih dari koruptor supaya anak bangsa ini terbebas dari kemiskinan.
jimmy @ Senin, 1 November 2010 | 20:39 WIB
saya sarankan supaya para koruptor dinegara ini harus diberantas sampai ke akar- akrnya sebab inilah gerakan imperalisme moderend yang sedang berkembang dinegara ini, kasian anak bangsa kami,mereka mau jadi apa kalau koruptor merajalela.
rein @ Sabtu, 30 Oktober 2010 | 00:20 WIB
smua harus di bersihkan sampai ke akar-akarnya.... qw sendiri juga sudang pingin ngebunuh tu para KORUPTOR.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.