INILAH.COM, Jakarta - Di antara 10 orang teroris Palembang, yang dianggap paling berbahaya adalah Fajar Taslim. Diduga dialah otak dari rangkaian rencana pengeboman komplotan ini, salah satunya meledakkan pesawat di Bandara Changi.
"Fajar adalah otak dari seluruh rangkaian rencana teror dan pengeboman di sejumlah tempat. Pernah hampir meledakan pesawat dan bandara Changi dan Airflot. Fajar paling berbahaya diantara yang lain," kata JPU Totok Bambang di persidangan kasus Teroris Palembang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (24/3).
Menurut Totok dalam pengakuan Fajar Taslim, ia pernah berjuang di Afganistan dan bertemu Osama Bin Laden. Dia juga pernah membuat bunker, terowongan serta rumah buat Osama dan salah satu orang kepercayaan Osama.
Totok membeberkan, sebelum bergabung dengan Komplotan Palembang, Fajar Taslim yang berwarga negara Singapura ikut Wamil dan masuk dalam pasukan elit Komando Singapura. Tahun 2002 dia keluar dari kesatuan dan direkrut Jamaah Islamiyah (JI) oleh Abdullah Sungkar. Kemudian masuk militer Pakistan yang berjuang di Afganistan atas rekomendasi JI.
"Di sanalah Fajar bertemu Osama, belajar membuat bom dan berperang bersama pejuang Afganistan selama setahun. Tahun 2003, dia ke Sumatera, bertemu Hambali dan merencanakan pengeboman pesawat Bandara Changi dan Airflot," ungkapnya.
Totok melanjutkan, karena tercium interpol Singapura dan polisi Indonesia, dia buron ke Palembang. Setahun kemudian berkenalan dengan Abdurrahman Thaib di Masjid Agung Palembang.
"Untungnya, kepolisian sudah menangkap komplotannya sebelum semua rangkaian peledakan terjadi," imbuh Totok. [fir/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !