INILAH.COM, Jakarta - Daftar caleg pelaku dan pendukung poligami yang dipublikasikan Solidaritas Perempuan Indonesia (SPI) ditengarai tidak akan berpengaruh banyak terhadap perolehan suara sang caleg. Sebab citranya belum tersentuh sedikitpun oleh isu tersebut.
"Suaranya akan terkurangi saya kira ya, mungkin tidak banyak. Dan Saya kira juga belum tentu menurunkan citranya," ujar Guru Besar FISIP UI, Burhan Djabier Magenda dalam perbincangannya dengan INILAH.COM di Jakarta, Minggu (29/3).
Menurut Burhan, penurunan citra caleg poligami tersebut belum dapat dilihat sekarang ini. Karena mengukur penurunan suara para caleg tersebut setelah melihat hasil pemilu legislatif 9 April mendatang.
"Mungkin itu (poligami) sebagai tema daripada (SPI) ini. Mungkin itu sah-sah saja dari kalangan perempuan. Tapi itu tergantung pemilih," jelas mantan Kepala Departemen Cendekiawan DPP Partai Golkar ini.
Meski begitu, disarankan Burhan, dalam melihat caleg poligami harulah secara menyeluruh. Tidak hanya dari sudut pandang poligami semata. Karena ada beberapa yang pelaku poligami, tapi ketika menjadi anggota dewan, ia begitu baik menjalankan tugasnya. Sehingga memperlihatkan kualitas yang mumpuni.
"Jadi kita mesti lihat orang itu komprehensif atau menyeluruh. Jadi tidak hanya satu sisi. Dia poligami, tapi disisi lain dia baik. Jadi sebagai legislator pengetahuan tentang perundangan bagus, sikapnya tentang soal-soal sosial atau segala politik. Itu yang harus diperhatikan. Jadi tidak hanya sempit saja," imbuhnya. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !.
Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android
dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone