Senin, 28 Mei 2012 | 11:01 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kelelahan, Pasien Ponari Tewas
Oleh:
web - Minggu, 29 Maret 2009 | 17:46 WIB
INILAH.COM, Jombang - Nurul Cahyono (19), warga Desa/Kecamatan Pakem, Kabupaten Situbondo meninggal di lokasi praktik dukun cilik Ponari Minggu (29/3) dinihari.

Korban yang diduga kelelahan itu meninggal di lokasi praktik Ponari di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Megaluh, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sutikno mengatakan, korban diduga meninggal dunia karena kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dari Situbondo ke Jombang.

"Untuk sementara dugaan kami mengarah pada kelelahan korban yang telah menempuh perjalanan jauh," katanya seraya menambahkan, korban telah dibawa oleh pihak keluarganya untuk dimakamkan di Situbondo.

Sementara itu, Saifullah, paman korban, mengatakan, dia dan rombongan keluarga korban tiba di Dusun Kedungsari, Sabtu (29/3) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Sesampainya di lokasi praktik, rombongan beristirahat sebentar di rumah salah satu penduduk setempat.

Baru kemudian sekitar pukul 22.00 WIB, Nurul yang mengalami stroke itu mendadak kejang dan sempat tak sadarkan diri. Selanjutnya, pemilik rumah memberikan air yang didapat dari Ponari.

"Air itu lalu diminum dan dioleskan ke sekujur tubuh korban," katanya.

Namun, setelah meminum air, korban tidak kunjung sembuh. Kondisi korban semakin parah dan akhirnya tewas di rumah penduduk setempat. "Keponakan saya sudah meninggal dunia sebelum sempat di bawa ke rumah sakit," katanya.

Sejak praktik dukun Ponari dibuka dua bulan lalu, tercatat sudah lima orang tewas. Sebelumnya, empat orang tewas karena berdesak-desakan dan akibat penyakit kambuh. Meski beberapa kali ditutup oleh aparat kepolisian, tapi pihak keluarga Ponari tetap membuka tempat praktik itu.

Dalam setiap hari Ponari diberi kesempatan mengobati sekitar lima ribu pasien yang dimulai setelah Ponari pulang sekolah, sekitar pukul 14.00 WIB.

Sementara itu, praktik pengobatan Ponari masih berjalan seperti biasa, meskipun ada satu orang pasiennya yang meninggal dunia. "Kami tidak bisa menolak pasien yang ingin berobat kepada Ponari. Kami ini kan hanya membantu memberikan fasilitas kepada pasien yang ingin berobat," kata Sujain, panitia pengobatan Ponari. [*/dil]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.