Senin, 28 Mei 2012 | 11:01 WIB
Follow Us: Facebook twitter
'SBY Dapat Makanan Basi, Tanda-tanda?'
Headline
SBY - inilah.com/ Raya Abdullah
Oleh: Firmansyah Abde
web - Senin, 30 Maret 2009 | 08:04 WIB
INILAH.COM, Jakarta Sejumlah lembaga survei masih menempatkan Susilo Bambang Yudhoyono di urutan pertama elektabilitas di Pilpres 2009. Namun, hal ini berbeda dengan ramalan paranormal Ki Joko Bodo. Menurutnya, posisi SBY terancam digantikan Jusuf Kalla.
Hal itu, disimpulkan Ki Joko kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (30/3). Pernyataan ini menanggapi cerita salah satu tokoh Jawa Barat. Tokoh tersebut bercerita SBY pernah mengunjungi Abah Anom di pesantren Suryalaya, Tasikmalaya.
Namun dalam kunjungan SBY di rumah Abah Anom, suguhan makanan untuk Presiden RI itu berubah menjadi basi. Padahal tamu-tamu yang datang ke kyai kharismatik itu biasanya sangat menikmati hidangan yang disuguhkan di tempat itu.
"Ada pembusukan di dalam diri dan politiknya SBY. Makanya, makanan yang disuguhkan Abah Anom kepada SBY berubah basi semua. Apa yang dimakan itu pasti akan sesuai dengan apa yang pernah dilakukan," kata Ki Joko Bodo, menanggapi hal itu.
Ia juga memaparkan, jika melihat kedua pemimpin saat ini yakni antara SBY dan JK adalah sosok pemimpin yang sama-sama kuat. Baik dari sisi personal maupun lembaga. Namun, dia mengakui bahwa salah satu pihak lebih unggul dari lainnya.
"Saya bukan pro siapa-siapa, tapi saya melihat SBY itu orangnya kalem, namun penuh keragu-raguan. Dia itu terus dibayang-banyangi oleh bisikan-bisikan tertentu dari sekitarnya. Jadi sudah tidak tegas, ditambah banyak bisikan sana-sini. Bisa kita bayangkan," paparnya.
Sedangkan JK, menurutnya tidak agamis, memiliki dukungan yang sangat kuat dan memiliki kecerdasan. "Secara pamor, SBY memang lebih kuat. SBY itu sangat berbeda dengan Soekarno, Soeharto atau Gus Dur. SBY itu orangnya tidak suka dengan mistik. Dia itu agamis," pungkasnya.
Apakah SBY akan memerintah lagi? Ki Joko Bodo menanggapi saat ini rakyat menghendaki adanya pergantian pemimpin. Dia melihat SBY tidak akan memerintah 2 kali. Ia menyatakan bahwa periode pemerintahan SBY tidak akan terulang kembali.
"Memang letaknya dan siapa yang tahu ada di tangan Tuhan. Tapi saya melihat, rakyat Indonesia ingin presidennya berganti. Mau baik atau buruk pokoknya ganti," tukasnya. [fir/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.