INILAH.COM, Jakarta Sejumlah lembaga survei masih menempatkan Susilo Bambang Yudhoyono di urutan pertama elektabilitas di Pilpres 2009. Namun, hal ini berbeda dengan ramalan paranormal Ki Joko Bodo. Menurutnya, posisi SBY terancam digantikan Jusuf Kalla.
Hal itu, disimpulkan Ki Joko kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (30/3). Pernyataan ini menanggapi cerita salah satu tokoh Jawa Barat. Tokoh tersebut bercerita SBY pernah mengunjungi Abah Anom di pesantren Suryalaya, Tasikmalaya.
Namun dalam kunjungan SBY di rumah Abah Anom, suguhan makanan untuk Presiden RI itu berubah menjadi basi. Padahal tamu-tamu yang datang ke kyai kharismatik itu biasanya sangat menikmati hidangan yang disuguhkan di tempat itu.
"Ada pembusukan di dalam diri dan politiknya SBY. Makanya, makanan yang disuguhkan Abah Anom kepada SBY berubah basi semua. Apa yang dimakan itu pasti akan sesuai dengan apa yang pernah dilakukan," kata Ki Joko Bodo, menanggapi hal itu.
Ia juga memaparkan, jika melihat kedua pemimpin saat ini yakni antara SBY dan JK adalah sosok pemimpin yang sama-sama kuat. Baik dari sisi personal maupun lembaga. Namun, dia mengakui bahwa salah satu pihak lebih unggul dari lainnya.
"Saya bukan pro siapa-siapa, tapi saya melihat SBY itu orangnya kalem, namun penuh keragu-raguan. Dia itu terus dibayang-banyangi oleh bisikan-bisikan tertentu dari sekitarnya. Jadi sudah tidak tegas, ditambah banyak bisikan sana-sini. Bisa kita bayangkan," paparnya.
Sedangkan JK, menurutnya tidak agamis, memiliki dukungan yang sangat kuat dan memiliki kecerdasan. "Secara pamor, SBY memang lebih kuat. SBY itu sangat berbeda dengan Soekarno, Soeharto atau Gus Dur. SBY itu orangnya tidak suka dengan mistik. Dia itu agamis," pungkasnya.
Apakah SBY akan memerintah lagi? Ki Joko Bodo menanggapi saat ini rakyat menghendaki adanya pergantian pemimpin. Dia melihat SBY tidak akan memerintah 2 kali. Ia menyatakan bahwa periode pemerintahan SBY tidak akan terulang kembali.
"Memang letaknya dan siapa yang tahu ada di tangan Tuhan. Tapi saya melihat, rakyat Indonesia ingin presidennya berganti. Mau baik atau buruk pokoknya ganti," tukasnya. [fir/nuz]