INILAH.COM, Jakarta - Kasus tragedi Situ Gintung yang telah mengakibatkan puluhan nyawa warga melayang karena ujung pangkalnya karena sistem perekonomian Indonesia menerapkan sistem gali lubang tutup lubang.
Calon Presiden Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan itu ketika diminta komentar soal tragedi Situ Gintung, Minggu (29/3) di Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta, suai menghadiri kampanye nasional Partai Gerindra di Semarang, Jawa Tengah.
Apa tawaran konkret Partai Gerindra soal infrastruktur di Indonesia? Berikut wawancara lengkapnya:
Bagaimana komentar Anda atas kejadian Situ Gintung?
Kami sangat prihatin sekali atas kejadian itu. Tapi inilah risikonya, jika pemerintah tidak punya dana yang cukup untuk perbaiki dan antisipasi terhadap prasarana infrastruktur.
Apa tawaran konkret Partai Gerindra atas persoalan infrastruktur yang ada di Indonesia?
Tawaran konkret Gerindra harus dirombak sistem ekonomi kita supaya kekayaan kita tidak hilang. Sistem ekonomi yang sekarang ternyata menghasilkan kebocoran kekayaan dalam negeri ke luar negeri yang seharusnya keuntungan US$25 miliar tiap tahun pada saat ekonomi bagus ternyata tidak tinggal di Indonesia.
Jadinya, pemerintah tidak punya uang untuk perbaiki sarana dan infrastruktur, tidak ada uang untuk perbaiki infrastruktur. Jadi negara kita lemah selalu tidak punya uang, jadi masalahnya di situ.
Pemerintah Indonesia selalu pinjam uang. Tidak ada uang untuk investasi. Padahal, seolah pemerintah banyak program yang seolah pro rakyat, uang dibagi-bagi, padahal itu uang pinjaman.
Langkah pemerintah dalam penanganan Situ Gintung cari muka jelang pemilu atau bagaimana?
Saya kira itu wajiblah, pemerintah menengok para korban. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !