INILAH.COM, Jakarta - Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar tidak terpedaya dengan BLT. Selain BLT dipakai dengan uang negara, jumlah BLT juga tidak sebanding dengan uang yang dimakan oleh para koruptor.
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu mengemukakan, masyarakat Indonesia tidak dapat dibeli dengan uang. Malah sebaliknya, rakyat harus pilihan partai ataupun wakil rakyat tersebut akan disesali hingga 5-20 tahun mendatang oleh masyarakat.
"Kalian harus menyadari bahwa selama ini kebijakan yang dilakukan pemerintah tidak berpihak kepada rakyat karena sebagian besar anggaran yang ada digunakan untuk membangun mal-mal ataupun supermarket besar bahkan kebanyakan uang negara dicolong," katanya dihadapan ribuan pendukungnya di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Senin (30/3).
Ia menuturkan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 19 triliun bukanlah uang yang banyak jika dibandingkan dengan yang telah dicuri oleh para koruptor. "Uang sebesar Rp 19 triliun itu hanya sedikit ketimbang yang dicolongnya," katanya.
"Saat ini masyarakat tidak butuh ucapan manis karena saat ini yang diperlukan adalah berbicara mengenai kebenaran bagaimana kayanya Indonesia dengan berbagai sumber daya alamnya," ujarnya.
Prabowo juga mengajak masyarakat untuk membuka hati dan mata bahwa selama ini telah dibohongi elite-elite yang tidak pandai menjaga alamnya.
Dalam orasi politik yang dihadiri ribuan massa tersebut, Prabowo mengajak para tukang becak, petani, pedagang kaki lima, tukang bakso dan pendukungnya untuk memilih partai politik yang dapat memberikan perubahan bagi bangsa dan negara pada 9 April mendatang.
Kampanye terbuka di Lapangan Gasibu tersebut dihadiri oleh massa dan simpatisan yang setia menunggu kedatangan Prabowo yang datang terlambat pada acara tersebut. Beberapa pendukung acara seperti Titi Dj, Ruth Sahanaya dan Grup Band Padi ikut menggoyang massa yang hadir. [*/ana]