INILAH.COM, Jakarta Setelah menganalisa mimpi responden yang dilaporkan Lab readers, dua psikolog bisa menghasilkan grafik mimpi mana yang mungkin akan jadi kenyataan.
Psikolog Carey Morewedge dari Carnegie Mellon University dan Michael Norton dari Harvard meminta responden untuk memilih teori mimpi yang menurutnya paling akurat.
Responden disediakan empat pilihan teori Freudian yang menyebut mimpi merupakan pengungkap gambaran yang tersembunyi. Teori lain, mimpi sebagai pemecah masalah, mimpi sebagai pengungkapan ingatan, serta mimpi karena disebabkan aktifitas syaraf.
Freudian merupakan teori yang paling popular dipilih oleh responden hingga 51,0%. Sedangkan mimpi sebagai pengungkapan ingatan diyakini oleh 15,5%, pemecahan masalah 13,8%. Sedangkan mimpi sebagai aktifitas syaraf 19,7%.
Responden mengatakan mimpi yang tidak jadi kenyataan di dunia nyata sebesar 88%. Sementara yang mimpi yang jadi kenyataan 33%.
Orang tua ternyata lebih banyak mengalami mimpi yang jadi kenyataan. Responden percaya, mimpi tidak jadi nyata karena belum cukup waktunya. Sedangkan sekitar 28% responden percaya mimpi cerminan apa yang akan terjadi di masa depan.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !