INILAH.COM, Jakarta - PT Mobile-8 (FREN) yang hingga kini masih belum melunasi kewajibannya yang menyebabkan transaksi perdagangan sahamnya masih disuspensi hingga sekarang.
"Mereka belum bayar hingga sekarang, jadi suspensi belum bisa dibuka. Mungkin dengan rugi bersih itu problem mereka. Tetapi tanya saja kepada mereka untuk lebih jelasnya," tukas Dirut BEI, Erry Firmansyah, Rabu (1/4).
Sebelumnya diberitakan manajemen FREN masih belum mempunyai rencana apa pun terkait pemberhentian sementara saham FREN akibat dari belum adanya pembayaran dari pihak perseroan untuk bunga ke-8 Obligasi Mobile-8 Telecom I tahun 2007 kepada para pemegang obligasi.
"Saat ini kami masih dalam proses diskusi dengan para pemegang obligasi, kan tenggatnya dalam waktu 14 hari kerja," ungkap Sekretaris Perusahaan PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN), Chris Taufik kepada INILAH.COM, Senin (16/3) lalu.
Selanjutnya, Chris mengatakan bahwa perseroan hingga kini belum membuat rencana apa pun bila dalam 14 hari (sejak pertengahan Maret) tidak menemukan jawaban termasuk untuk rencana FREN melakukan restrukrisasi. "Belum ada rencana apa pun, karena kami masih menunggu hasil dari diskusi dengan pemegang obligasi untuk paket restrukrisasi. Alternatifnya ya kita serahkan kembali pada pemegang obligasi," paparnya.
BEI melakukan penghentian sementara (suspensi) terhadap perdagangan efek FREN, dikarenakan perseroan hingga 13 Maret 2009 pukul 17.00 WIB belum menyerahkan dana pembayaran bunga obligasi ke-8 kepada KSEI selaku Agen Pembayaran, terkait jatuh tempo pembayaran bunga ke-8 Obligasi Mobile-8 Telecom I tahun 2007.
Sebelumnya, FREN diminta oleh pemegang obligasi untuk menambah jaminan dari 110% menjadi 130% dari nilai pokok obligasi. Namun manajemen FREN tetap bersikukuh untuk mengajukan paket restrukrusasi satu paket kepada pemegang saham.
Pada Maret 2007, FREN mengeluarkan obligasi rupiah senilai Rp 675 miliar yang baru akan jatuh tempo pada tahun 2012. FREN menawarkan bunga obligasi 12,375% per tahun yang dibayarkan setiap tiga bulan.
Permasalahan muncul ketika lembaga pemeringkat menurunkan peringkat obligasi dollar FREN, sehingga pemegang obligasi mulai meragukan kemampuan perseroan untuk membayar kewajibannya.
"Kami tetap berharap pemegang obligasi menerima yang kami tawarkan," pungkasnya. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !