INILAH.COM, Jakarta - Di tengah gairah beli di lantai bursa masih di puncak, pergerakan saham Bumi Resources (BUMI) masih tersendat dan terkesan 'malu-malu'.
Sekitar satu jam sebelum penutupan perdagangan sesi pertama Kamis (2/4), harga saham BUMI cuma naik Rp 10 menjadi Rp 880. Padahal sektor tambang masih merespons positif kenaikan di Wall Street dan regional hari ini sehingga indeksnya naik lebih dari 17 poin, sementara indeks sektor perkebunan melonjak 45 poin.
Namun, saham BUMI masih tetap menjadi pencatat volume perdagangan dan nilai transaksi terbesar, yakni masing-masing 332,978 juta lembar senilai Rp 148,982 miliar.
Itupun lebih karena sebagian besar investor yang memburu saham BUMI adalah asing. Padahal jika investor lokal juga lebih berani mengakumulasi saham-saham pilihan semacam BUMI ini, ada kemungkinan pergerakannya lebih cepat.
Sebelumnya sejumlah analis memperkirakan saham BUMI dapat menyentuh kisaran Rp 900 - Rp 1.000 jika mampu menembus level Rp 850.
Sementara itu, IHSG masih tetap di zona hijau dengan kenaikan 14,640 poin di level 1.476,39. Volume perdagangan tercatat sebanyak 1,174 miliar lembar saham senilai Rp 919,273 miliar.
Tercatat 70 saham menguat, 29 saham melemah dan 48 saham lainnya stagnan. [tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !