INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan saham PT Bumi Resources (BUMI) Kamis (2/4) diprediksi menguat terbatas mengikuti indeks global dan regional. Secara teknikal, BUMI berpotensi menuju level baru yakni Rp 840-910 per lembar.
Gina Novrina Nasution, Riset Analis Reliance Securities mengatakan pergerakan BUMI hari ini masih akan mengalami penguatan terbatas. Namun demikian, pergerakannya mengikuti pergerakan indeks saham.
Menurut Gina, pergerakan saham BUMI tetap bergantung pada sentimen bursa global dan regional. Sedangkan sentimen lain yang dapat mengangkat bursa adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur BI yang direncanakan besok.
BI rate diprediksi akan turun 25 basis poin menyusul inflasi tahunan Maret 2009 berada di bawah 8%. "Apalagi kalau turun, 50 basis poin akan menarik ke atas pergerakan indeks saat BI rate diumumkan," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (2/4).
Hari ini, untuk saham BUMI, lanjut Gina, secara teknikal berpotensi menguat. Kisaran support BUMI berada pada level Rp 840 dan level resistan di posisi Rp 910. "Ini merupakan harga baru BUMI setelah sebelumnya menembus level Rp 840," paparnya.
Pada sesi pagi, saham BUMI ditransaksikan menguat 20 poin ke level Rp 890 dibandingkan penutupan kemarin pada posisi Rp 870. BUMI kemarin ditransaksikan dengan volume mencapai 525,3 juta lembar saham dan nilai transaksi Rp 449,3 miliar. Sedangkan frekuensinya mencapai 8.359.
Penyebab lain yang turut menopang pergerakan BUMI, lanjut Gina adalah rencana pembagian dividen sebesar 30%. Meskipun laba BUMI di 2008 lebih rendah dibandingkan 2007, pada hakikatnya masih mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pasalnya, dari laba BUMI 2007 di kisaran Rp 789 miliar, sekitar Rp 400 miliar di antaranya merupakan akibat dari penjualan sahamnya ke Tata. "Jadi, kalau dilihat secara jeli, laba 2008 masih naik dibandingkan 2007 untuk penjualan batu baranya," tegasnya.
Mengenai peluang profit taking atas saham sejuta umat ini, Gina mengakui masih tetap ada. Namun menurutnya, dilihat secara teknikal BUMI tetap berpotensi menguat. Apalagi diperkuat dengan sentimen positif dari indeks Dow Jones yang naik 152,68 poin maskipun harga minyak tetap pada level US$ 48,39 per barel.
Di dalam negeri, lanjut Gina, indeks sedang positif akibat sentimen dari BI rate. Sentimen positif bagi bursa ini akhirnya akan menjadi sentimen menguntungkan bagi BUMI. Namun, pergerakan indeks meskipun naik, akan terbatas karena sentimen BI rate sudah terserap oleh pasar (price in) pada saat perdagangan kemarin.
Kecuali, jika BI rate diturunkan melebihi ekspektasi pasar hingga 50 basis poin akan memacu indeks saham ke atas begitu diumumkan. "Sentimen BI rate sebenarnya sudah terserap pasar pada saat laporan inflasi 1 April 2009," ujarnya.
Pengaruh BI rate terhadap penguatan BUMI, lanjutnya, tidak terjadi secara langsung melainkan dari ekspektasi pasar yang akan membuat indeks secara umum naik dan sentimen ekonomi dalam negeri yang positif. "Pada akhirnya akan mengangkat saham BUMI juga," imbunnya. Gina masih merekomendasikan beli untuk saham sejuta umat ini. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !