INILAH.COM, Jakarta Penguatan bursa domestik, seiring ekspektasi penurunan BI rate masih menjadi pendorong utama naiknya saham PT Bumi Resources (BUMI) hingga akhir sesi. Rekomendasi beli pun diberikan untuk emiten tambang batubara ini.
Hal itu diungkapkan Gina Novrina Nasution, riset analis dari Reliance Securities. Menurutnya, BUMI hari ini masih akan mengalami penguatan terbatas, mengikuti pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan bursa regional. Sementara faktor utama yang berpotensi mengangkat bursa adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada Jumat (3/3) besok.
Ekspektasi pasar tentang penurunan BI rate sebesar 50 basis poin menyusul inflasi tahunan (YoY) Maret 2009 berada di bawah 8%, akan menjadi mesiu yang dapat mendongkrak IHSG. "Sentimen itu akan betul-betul berpengaruh pada penguatan indeks sehingga akan ditutup menguat signifikan. Pada akhirnya akan mengangkat saham BUMI," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (2/4).
Pada perdagangan Kamis (2/3) sesi siang, saham BUMI ditransaksikan menguat 20 poin (2.29%) ke level Rp 890, dari penutupan kemarin di posisi Rp870. Harga tertinggi BUMI sejak pembukaan pagi tadi berada di level Rp 910 dan harga terendah Rp 880. Adapun volume transaksi mencapai 439,880 lembar saham, senilai Rp196,354 miliar, dengan frekuensi mencapai 3,209 kali.
Berikut ini petikan lengkap wawancaranya.
Bagaimana prediksi pergerakan saham BUMI siang ini?
BUMI masih akan mengalami penguatan terbatas mengikuti pergerakan IHSG. Yang berpengaruh pada pergerakan saham BUMI masih tetap pada sentimen bursa global dan regional.
Untuk BUMI sendiri hari ini secara teknical juga berpotensi menguat. Kisaran BUMI hari ini supportnya di level 840 dan level resistan-nya 910. Ini merupakan harga baru BUMI setelah sebelumnya menembus level 840. Saya rekomendasikan buy untuk BUMI, namun harus hati-hati melihat pergerakan bursa global dan regional.
Faktor apa yang mempengaruhi pergerakan saham BUMI?
Mungkin pembagian dividen yang rencananya sebesar 30%. Meskipun laba BUMI tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun 2007, tapi hakikatnya laba BUMI tahun 2008 meningkat untuk penjualan batu bara. Karena, laba BUMI pada 2007 sebesar US$ 789, sekitar US$ 400-an di antaranya merupakan hasil dari penjualan saham BUMI ke Tata.
Sedangkan sentimen yang mengangkat bursa adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur BI yang direncanakan besok. Prediksinya, BI rate turun 25 basis poin karena inflasi Maret 2009 sudah di bawah 8% Year on Year-nya-nya. Apalagi kalau turun 50 basis poin akan menarik ke atas pergerakan indeks pada hari H pengumuman BI rate.
BUMI telah naik signifikan kemarin dan pagi ini. Berapa besar peluang aksi profit taking BUMI?
Memang ada kemungkinan profit taking. Tapi, kalau dilihat secara teknikal masih berpotensi menguat, selain sentimen positif dari indeks Dow Jones yang naik 152,68 poin. Meskipun harga minyak tetap pada level US$ 48,39 per barel. Di dalam negeri sendiri, indeks sedang positif akibat sentimen dari BI rate. Semua itu akan menjadi sentimen positif bagi BUMI.
Meski indeks naik, penguatannya akan terbatas karena sentimen BI rate sudah price in, sudah terserap pada perdagangan kemarin, saat laporan inflasi.
Artinya, BUMI hari ini menguat terbatas karena BI rate diumumkan besok?
Ya. BUMI menguat terbatas. Tapi, pada saat BI rate diturunkan mencapai 50 basis poin, penguatannya akan tinggi pada sesi kedua hari itu. Sentimen itu akan betul-betul berpengaruh pada penguatan indeks sehingga akan ditutup menguat signifikan.
Tapi, penguatannya tidak langsung dari BI rate, melainkan dari ekspektasi pasar yang akan membuat indeks secara umum naik yang artinya menjadi sentimen ekonomi dalam negeri yang positif. Pada akhirnya akan mengangkat saham BUMI. [E2]