Minggu, 27 Mei 2012 | 05:26 WIB
Follow Us: Facebook twitter
BUMI, ASII Kembali Jadi 'Index Mover'
Headline
inilah.com/ Raya Abdullah
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
web - Jumat, 3 April 2009 | 05:02 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (02/4), indeks ditutup menguat mengikuti reli penguatan bursa regional dan global. Penguatan juga ditunjang dengan pergerakan saham-saham lapis pertama di zona hijau.

Analis pasar modal David Cornelis menyatakan bahwa dengan adanya data inflasi Maret yang lebih rendah akan berpengaruh pada proyeksi BI rate dan akan menjadi katalis bagi penguatan indeks.

"Dengan adanya kenaikan indeks di atas 1.461 kemarin, tren IHSG masih akan naik. Dengan adanya data inflasi maka akan berpengaruh pada proyeksi BI rate. Ini bisa menjadi katalis bagi indeks," paparnya.

Selain itu, penguatan indeks kemarin juga ditunjang oleh sentimen yang datang dari regional dan global.

Lebih lanjut, David menyatakan bahwa penujang utama indeks adalah saham-saham lapis pertama. Nah, pada perdagangan Jumat ini (3/4), saham-saham pilihan itu masih akan berperan besar terhadap pergerakan indeks di zona hijau. Beberapa saham yang menjadi rekomendasi David adalah saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan saham PT Astra International Tbk (ASII).

"Saham-saham lapis pertama masih berperan menjadi index mover," imbuhnya.

Walau sepanjang tahun 2008 BUMI membukukan penurunan laba bersih sebesar 18,2% dari
Rp 645,36 juta menjadi Rp 789,80 juta, namun produksi batubara perseroan mengalami peningkatan 1,7% menjadi 55,4 juta ton. Begitu juga untuk harga rata-rata batubara
yang naik 66,9% menjadi US$ 73,34 per ton.

Kenaikan di kedua pos tersebut mendorong kenaikan pendapatan perseroan sebesar 49,1% menjadi US$ 3,38 miliar. BUMI pada perdagangan kemarin ditutup menguat 30 poin (3%) ke level Rp 900.

ASII per 31 Desember 2008, mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 41% menjadi Rp 9,2 triliun, kenaikan juga terjadi pada pendapatan perseroan sebesar 38% menjadi Rp 97,06 triliun. Sementara untuk pendapatan per saham naik 41% menjadi Rp 2.270.

Walaupun data penjualan kendaraan bermotor untuk tahun ini diproyeksikan menurun,
namun dengan adanya penurunan suku bunga bank maka diharapkan akan memacu kenaikan penjualan tahun 2010. Saham ASII kemarin ditutup menguat 250 poin (2%) menjadi Rp 15.700.

"Pergerakan di lantai bursa juga diramaikan dengan adanya ekspektasi pasar terhadap pembagian dividen, sehingga akan menjadi katalis pergerakan indeks ke level 1.500,"
pungkasnya.

Estimasi David itu juga ditunjang oleh 'panasnya' situasi di New York, yakni di Wall Street dan pasar minyak. Dua pasar ini diharapkan menyumbangkan sentimen positif bagi pergerakan cepat indeks di bursa regional dan lokal hari ini.

Dari Wall Street dikabarkan indeks Dow Jones melompat 216,48 poin menjadi 7.978,08, sementara harga minyak melompat di level US$ 52,64 per barel. [tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.