Senin, 28 Mei 2012 | 16:47 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Mutasi Kapolsek Ungkap Aborsi Dipertanyakan
Oleh:
web - Sabtu, 4 April 2009 | 09:52 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Mutasi yang dilakukan Polda Metro Jaya terhadap Kapolsek Johar Baru Kompol, Theresia Matsail dipertanyakan Indonesia Police Watch (IPW). Sebab, Theresia yang mengungkap kasus Aborsi di wilayahnya itu, dimutasi tanpa posisi di Polda.

"Dia kan belum satu tahun jadi Kapolsek dan cukup berprestasi saat menjadi Kapolsek. Mengapa dipindahkan ke tempat lain tanpa jabatan. Seharusnya, dimutasikan ke tempat lain yang lebih tinggi jabatannya," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane di Jakarta, Sabtu (4/4).

Pane menduga, pemutasian Theresia tersebut bukan dalam rangka promosi jabatan, melainkan demosi. Sebab Theresia hanya dijadikan penyidik biasa di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

"Saat menjadi Kapolsek, dia cukup tegas dan berani bertindak. Terakhir ia membongkar klinik aborsi yang telah berlangsung bertahun-tahun tanpa tersentuh hukum," ucap Pane.

Menurut Pane, Theresia juga dinilai rajin memberantas premanisme dan kejahatan jalanan serta gangguan keamanan lainnya. Karenanya, lanjut Pane, IPW mendesak Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Ike Edwin dan Kapolda Metro Jaya Irjen Wahyono memberikan penjelasan terkait hal tersebut. Karena keduanya merupakan atasan langsung Theresia.

Ia menyatakan, IPW menduga ada permainan tidak sehat di internal kepolisian hingga menyebabkan Theresia dimutasi. Pemutasian Theresia ke penyidik di reserse umum dinilai kurang tepat. Sebab melihat pengalamannya seharusnya ia menjadi penyidik narkoba.

Mutasi tersebut diduga terkait dengan keberanian Theresia membongkar klinik aborsi di wilayahnya. Padahal klinik itu sudah bertahun-tahun beroperasi tanpa ditindak oleh Polsek Metro Johar Baru dan Polres Metro Jakara Pusat sedikitpun.

Dalam penggerebekannya, bahkan Theresia sempat menyamar sebagai calon pasien. Sebelum akhirnya menggerebek klinik tersebut. Theresia juga membongkar langsung saluran air yang berisi janin hasil aborsi. Pemutasian tersebu memperlihatkan bahwa pimpinan Polda Metro Jaya sudah tidak percaya lagi pada anggota yang telah lama berdinas di Polsek. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.