INILAH.COM, Tangerang - Presiden PKS Tifatul Sembiring mengusulkan agar pemerintahan hasil Pemilu 2009 membentuk kementerian baru yang bertugas mengurus sekitar 80 juta anak Indonesia.
"Kami mengusulkan agar pemerintah mendatang membentuk Menteri Anak supaya sekitar 80 juta anak dapat hidup lebih sejahtera," kata Tifatul dalam kampanye PKS putaran terakhir di Lapangan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (4/4).
Tifatul menjelaskan, usulan itu didasari atas kondisi anak-anak di Indonesia saat ini yang sangat memprihatinkan dan banyak pula yang terlibat dalam narkoba dan prostitusi. Sayangnya tidak ada menteri yang mengurusnya.
Tifatul membandingkan, hanya untuk mengurus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang jumlahnya sekitar 13 juta, ada menteri khusus yang menanganinya, padahal masalah anak juga tidak kalah pentingnya ketimbang TKI.
Demikian pula Kementrian Negara Lingkungan Hidup selama ini harus diubah karena tugas dan kewenangan sangat terbatas untuk menjadi sebuah Departemen Lingkungan Hidup agar lebih luas cakupan tugasnya. Hal itu, lanjut Tifatul, berkaca pada kasus jebolnya Situ Gintung akibat ekspolitasi lingkungan lebih banyak ketimbang konservasi.
Meski ada beberapa menteri yang terkait seperti Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ASDM), Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Menteri Kehutanan, tapi kinerjanya lebih banyak menyangkut ekspolitasi alam.
Untuk dapat mewujudkan Menteri Anak dan Departemen Lingkungan Hidup itu, Tifatul mengingatkan sekaligus meminta agar masyarakat dapat memilih anggota DPR dari PKS yang terbukti bersih dan jumlahnya menjadi banyak sehingga posisi tawar di parlemen menjadi kuat untuk mengusulkan menteri yang diinginkan tersebut.
Pemilu Legsilatif 9 April 2009, warga PKS harus dapat mengajak komponen lain untuk memilih anggota DPR yang bersih dan tidak korupsi agar dapat mengontrol kinerja eksekutif supaya lebih baik. [*/dil]