INILAH.COM, Jakarta Pergerakan saham PT Bumi Resourses (BUMI) pada awal pekan, Senin (6/4) diprediksi masih berpotensi menguat. Namun, terapresiasinya saham sejuta umat ini, sangat tergantung pada sentimen bursa global maupun kejelasan aksi korporasinya.
Deo Rawendra, Analis Reliance Securities mengatakan pergerakan BUMI hari ini masih terpaut dengan sentimen aksi korporasi. Pasalnya, investor masih akan fokus ke aksi akuisisinya. Jika akuisisi itu semakin jelas, akan menjadi kabar bagus karena pada dasarnya saham BUMI merupakan saham yang sangat menarik.
Apalagi dalam kondisi saat ini, harga BUMI sudah murah dan diperkuat dengan struktur fundamental yang sudah mulai diperbaiki. "Saya rasa BUMI oke, naik di kisaran Rp 820 hingga Rp 950," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, kemarin.
Pada perdagangan akhir pekan lalu, BUMI ditutup stagnan pada level Rp 900 dengan harga tertinggi Rp 910 dan terendah di Rp 880. Sedangkan volume transaksi mencapai 263,1 juta lembar saham dengan nilai Rp 236,5 miliar dan frekuensi 4.006 kali.
Namun demikian, lanjut Deo, arah pergerakan BUMI masih akan sama seperti akhir pekan lalu di mana investor mengambil peluang profit taking. Deo melihat investor masih belum mampu memegang saham BUMI dalam waktu lama. "Jadi mereka sangat bergantung pada news atas semua aksinya baik beli maupun jual," ujarnya.
Saat ini, pasar masih melihat penguatan BUMI belum akan berlanjut terus-menerus. Kecuali, jika investor sudah merasa yakin, baru mereka akan hold atas saham batubara ini.
Mengenai sentimen penerbitan surat utang jangka menengah atau Medium Term Notes (MTN) senilai US$ 32,30 juta oleh BUMI, menurut Deo, investor masih akan menunggu kejelasan lebih lanjut.
Menurutnya, kalau sudah jelas secara fundamental kemudian diikuti dengan corporate action yang mendukung, tentu akan menjadi sentimen positif bagi BUMI. "Tapi, yang terpenting BUMI harus punya alasan untuk pemanfaatan MTN itu," tegasnya.
Hingga saat ini, lanjut Deo, investor menanti dan terus mengawasi semua gerak BUMI termasuk progres akuisisi tiga perusahaan sebelumnya. Apapun tentang BUMI selama ini memang masih menjadi perhatian investor.
"Tentu, kalau sudah seperti ini, akan membuat volatilitas harga saham BUMI tinggi," jelasnya. Sedangkan mengenai sentimen dari penempatan investasi BUMI di Recapital sebesar US$ 298,5 juta, Deo mengaku belum mengetahui secara detil.
Deo masih merekomendasikan beli untuk saham BUMI meskipun pergerakannya tipis baik naik maupun turun. "Dengan catatan investor harus tetap waspada terhadap segala corporate action," paparnya.," pungkasnya. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !