INILAH.COM, Jakarta - Setelah sempat 'malu-malu' di awal perdagangan, investor mulai berani mengakumulasi beli saham Bumi Resources (BUMI) sekitar 30 menit sejak bel tanda perdagangan dibunyikan, Senin (6/4).
Saat perdagangan dibuka, saham BUMI menguat tipis Rp 10 menjadi Rp 910 per unit, dan volume maupun nilai perdagangannya juga hanya berada di posisi 10 besar.
Tapi seiring dengan bertambahnya keyakinan pasar terkait dengan euforia penguatan di bursa global dan regional serta stabilnya harga minyak di kisaran US$ 52 per barel di New York akhir pekan lalu, sejumlah besar investor langsung memburu saham emiten tambang batubara ini.
Berkat aksi beli yang cukup signifikan itu, terutama dengan masuknua investor asing, saham BUMI meningkat Rp 30 menjadi Rp 930 per unit.
Volume dan nilai transaksinya juga melejit dengan membuntuti pencapaian Aneka Tambang, yang memuncaki klasemen sebagai pencatat nilai perdagangan terbesar pagi ini.
BUMI mencatat volume perdagangan (tertinggi) sebesar 224.669 lot senilai Rp 103,339 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 904 kali.
Jika euforia penguatan ini berlanjut hingga akhir perdagangan, ada potensi BUMI akan terus melaju hingga Rp 950 per saham, meski ancaman aksi ambil untung juga menghantui saham-saham unggulan hari ini setelah kebanyakan saham di BEI sudah overbought. [tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !