INILAH.COM, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kesulitan untuk menerbitkan Medium Term Notes (MTN) atau surat utang jangka menengah.
Hal ini diakui SVP Investor Relation BUMI Dileep Srivastava kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (6/4). Ia mengakui kesulitan penerbitan MTN ini berhubungan dengan manajemen BUMI yang berencana untuk tidak melanjutkan buyback sehingga menghambat proses MTN. "MTN ditempatkan pada posisi yang sulit dijual," tegas Dileep.
Sebelumnya diberitakan manajemen BUMI menerbitkan MTN dengan denominasi dolar sebesar US$ 32,30 juta dan denominasi rupiah sebesar Rp 371,81 miliar atau US$ 34,59 juta. Jadi totalnya mencapai US$ 66,89 juta.
Adapun kupon MTN sebesar 25% discounted notes sebesar US$ 50,06 juta dan 16% sebesar US$ 16,84 juta. Dileep mengakui, penerbitan MTN ini untuk modal kerja perseroan dan alokasi buyback.
Namun, MTN ini terganjal karena BEI tidak menghendaki BUMI menggunakan dana MTN untuk buyback. [cms]