INILAH.COM, Jakarta - Sepertinya perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin ini (6/4) akan diwarnai oleh melesatnya kinerja saham Aneka Tambang (ANTM) dan Bumi Resources (BUMI) serta sejumlah saham tambang dan perkebunan.
Kondisi itu sudah terlihat sejak awal perdagangan pagi ini setelah saham-saham sektor tambang dan perkebunan mendominasi perdagangan dan tampil sebagai market mover.
Hal itu terkait dengan euforia penguatan bursa saham global dan regional serta menguatnya harga minyak mentah di level US$ 52 per barel akhir pekan lalu.
Dominasi saham-saham tambang sepertinya akan semakin menguat setelah muncul kabar dari Singapura bahwa harga minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Mei sudah melampaui level US$ 53 per barel.
Pagi ini pada perdagangan di Asia, harga minyak mentah naik 60 sen menjadi US$ 53,11 per barel. Sementara untuk harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Mei naik 37 sen menjadi US$ 53,84 per barel.
Hal ini tentu menjadi sentimen positif yang akan menguatkan minta beli investor terhadap saham-saham tambang dan perkebunan.
Adapun menjelang penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, saham Aneka Tambang (ANTM) menguat Rp 80 menjadi Rp 1.280. Volume perdagangan tercatat 526.189 lot senilai Rp 338,587 miliar dan frekuensi 6.537 kali.
Untuk saham BUMI naik Rp 20 menjadi Rp 920, dengan volume perdagangan 466.156 lot senilai Rp 215,657 miliar dan frekuensi 2.539 kali.
Saham Timah (TINS) naik Rp 60 menjadi Rp 1.220, dengan volume perdagangan 259.788 lot senilai Rp 159,295 miliar dan frekuensi 733 kali, dan saham Astra Agro Lestari (AALI) menanjak Rp 350 menjadi Rp 15.900, dengan volume perdagangan 1.007 lot senilai Rp 8,103 miliar dan frekuensi 226 kali. [tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !