INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resourses (BUMI) pada Senin (6/4) ini berpeluang ditutup positif hingga akhir perdagangan. Investor dinilai sudah merealisasikan keuntungannya atas emiten batubara ini pada sesi terakhir pekan lalu.
Hal itu diungkapkan Deo Rawendra, analis dari Reliance Securities. Menurutnya, BUMI hari ini berpotensi untuk terus menguat, karena secara keseluruhan masih menarik. Hal ini didukung valuasi saham BUMI yang cukup rendah serta adanya perbaikan pada struktur fundamental.
Namun, lanjut Deo, belum adanya kejelasan mengenai aksi korporasi perseroan, membuat emiten ini hanya menguat terbatas. "Saya rasa BUMI masih oke. Tapi karena investor tidak mau ketinggalan kereta. Jadi masih tipis pergerakannya, baik naik maupun turun," katanya kepadaINILAH.COM, di Jakarta.
Pada perdagangan Senin (6/4) sesi siang, saham BUMI berada di level Rp930, atau naik 30 poin (3,33%) dari penutupan akhir pekan lalu di level Rp 900. Saat ini, volume transaksi tercatat sebanyak 504,244 lembar saham, senilai Rp233,392 miliar, dengan 3,015 kali berpindah tangan.
Berikut ini petikan lengkap wawancaranya.
Bagaimana pergerakan saham BUMI hingga akhir sesi?
Peluang penguatan BUMI memang ada. Pergerakan saham BUMI masih terpaut sentimen aksi korporasi. Investor masih fokus ke aksi akuisisi. Masih akan menjadi perhatian pasar di situ. Jika aksi akuisisi itu ada kejelasan, akan menjadi kabar bagus bagi BUMI, karena saham ini merupakan saham yang sangat menarik.
Berapa kisaran harga BUMI?
Arah pergerakan BUMI cenderung naik di kisaran Rp 820 hingga Rp950. Pekan lalu mereka telah mengambil peluang profit taking, berdasarkan kabar terbaru (start on news). Investor masih belum mampu memegang saham BUMI berlama-lama, jadi mereka bergantung pada news. Kalau mereka merasa yakin, mereka akan hold. Pasar melihat penguatan BUMI masih belum akan berlanjut terus.
Penerbitan surat utang jangka menengah atau Medium Term Notes (MTN) senilai US$ 32,30 juta oleh BUMI akan menjadi sentimen positif?
Investor akan menanti kejelasan lebih lanjut. Kalau jelas secara fundamental dan lainnya, akan diikuti dengan corporate action yang mendukung. Hal ini pun akan menjadi sentimen positif bagi BUMI.
Yang penting, BUMI harus punya alasan untuk pemanfaatan MTN. Saat ini investor menanti dan terus mengawasi semua gerak BUMI termasuk progres akuisisi tiga perusahaan sebelumnya. BUMI selalu dipantau karena banyak investor yang memegang saham itu. Kalau sudah seperti ini, volatilitas harga BUMI akan tinggi.
Bagaimana sentimen dari bursa global?
Investor juga masih hati-hati pada bursa global. Memang naik, tapi kalau ada sentimen yang buruk, mereka juga cepat-cepat melepasnya. Karena semua investor tidak ada yang mau rugi. Jadi tergantung bagaimana moment-nya. Semua orang tidak mau ketinggalan kereta.
Misalkan Jumat kemarin. Kenaikan BUMI sudah tiga hari sehingga peluangnya profit taking. Investor pun harus memanfaatkan moment itu.
Lalu, apa rekomendasi Anda untuk hari ini?
Kalau saya bilang, beli saham BUMI, tapi investor harus tetap waspada terhadap segala aksi korporasi. Dalam kondisi sekarang, harga BUMI sudah murah, ditambah lagi struktur fundamental yang sudah mulai diperbaiki. Jadi, saya rasa BUMI oke.Tapi karena investor tidak mau ketinggalan kereta. Jadi masih tipis pergerakannya, baik naik maupun turun. [E2]