INILAH.COM, Beijing Berbagai paket stimulus yang digelontorkan beberapa negara, menjadi optimisme pulihnya ekonomi global. Namun Presiden Venezuela Hugo Chavez mengatakan, titik kebangkitan dunia sebenarnya akan dimulai dari Beijing.
"Tak lama lagi semua orang akan mengetahui, pusat gravitasi dunia yang sesungguhnya berada di Beijing. Di masa krisis, apa yang dilakukan China membawa dampak positif bagi dunia," kata Chavez kepada pemimpin Partai Komunis China, Hu Jintao, seperti dikutip Yahoo, Kamis (9/4)
Chavez selalu mengkritik tajam pemerintah AS, yang dinilainya bertanggung jawab atas memburuknya sektor finansial dunia. Krisis ekonomi memang telah menjatuhkan nilai ekspor utama Venezuela yang ditopang oleh minyak mentah dunia.
"Saat ini, China adalah motor penggerak terbesar dunia di tengah krisis yang diakibatkan kapitalisme besar-besaran ini," lanjutnya.
Chavez mengatakan ia dan Hu Jintao akan meninjau kembali rencana untuk menaikkan ekspor minyak Venezuela, yaitu dari 380 ribu barel pada 2008 menjadi 1 juta barel pada 2013. Hal ini merupakan strategi Venezuela untuk mendiversifikasi penjualan minyak dari AS.
Rencana lain adalah pembangunan konstruksi empat tanker minyak dan tiga penyulingan China untuk menyaring minyak Venezuela yang mengandung sulfur. Dana yang mereka siapkan untuk kepentingan ini mencapai US$ 12 miliar.
Hingga kini, AS membeli setengah produksi mereka, meksipun hubungan kedua negara kurang baik. [vin/E2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !