INILAH.COM, Jakarta Keunggulan Partai Demokrat dalam penghitungan suara sementara pemilu Legislatif, menjadi sentimen positif pasar. Jika koalisi JK-SBY berhasil, kepastian fundamental internal akan ada hingga lima tahun mendatang.
Pengamat dan praktisi perbankan Djoko Retnadi mengatakan,para pelaku pasar tidak ingin pergolakan dalam berinvestasi. Sedangkan perubahan kebijakan ekonomi akibat pergantian kepemimpinan, biasanya menimbulkan ketidakpastian. Apalagi perubahan itu tidak bisa diimplementasikan dalam satu tahun.
"Pasar sebenarnya mau melihat kontinuitas dari program, tidak melihat bagus atau tidaknya. Kalau mau fixed, tetap SBY-JK," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta.
Dari Data Tabulasi Nasional terkini, Partai Demokrat memimpin dengan 47.718 suara atau 20,904%, disusul PDIP dengan 33.334 suara atau 14,603%. Golkar dan PKS masih tetap bertengger di urutan 3 dan 4 dengan masing-masing mendapatkan 32.005 dan 19.748 suara.
Berikut ini petikan lengkap wawancaranya.
Bagaimana pasar merespon kemenangan sementara Partai Demokrat dalam Pemilu legislatif kemarin?
Positif, karena ada kepastian. Jika benar nantinya Partai Demokrat jadi pemenang pemilu, kepastian pada level nasional sudah dipegang, jika mau membuat perencanaan satu hingga lima tahun ke depan. Variable-nya sudah jelas, tidak ada perubahan platform. Jadi, positif untuk kepentingan internal.
Pelaku pasar itu tidak ingin sesuatu yang bergejolak atau meledak-ledak. Kalau haluan atau kebijakan ekonominya berbeda, tidak bisa diimplementasikan dalam satu tahun. Dalam lima tahun pun saya yakin belum bisa berubah. Paling baru menyusun.
Seberapa besar menyumbang kepastian pasar?
Kalau kita bicara ekpektasi di depan, kepastian ini hanya menyumbang maksimum 25% atau seperempatnya saja. Sementara tiga per empatnya masih ditentukan situasi global. Jangankan lima tahun, mungkin dalam enam bulan ke depan, ketidakpastian itu bisa kembali. Tapi itu bukan masalah politik, hanya persoalaan ekonomi eksternal.
Terkait koalisi dalam pilpres, bagaimana pengaruhnya terhadap pasar?
Pengaruhnya positif. Jika SBY-JK kembali berkuasa, platform itu sudah disusun sebelumnya, terlepas baik atau buruk. Misalnya tentang stabilitas ekonomi masyarakat bawah. Saya tidak membela siapa-siapa, seperti BLT, Kredit Usaha Rakyat. Di semua teks book manapun itu ada. Yang namanya pengentasan kemiskinan, harus jelas fundamentalnya seperti apa. Sekarang road map-nya sudah ada. Fundamental itu sudah dilakukan.
Pasar sebenarnya mau melihat kontinuitas dari program, tidak melihat bagus atau tidaknya. Kalau mau fixed, tetap SBY-JK. Karena itu, kepastian untuk memenangkan pilpres sangat mungkin. Feeling saya sih bilang tidak berubah, karena kans-nya seperti pasangan sebelumnya. Namun, kalau konfigurasinya berubah, secara ekonomi tidak ada pengaruh.
Bagaimana jika ternyata ada perubahan dalam pilpres, menghasilan presiden atau wapres baru?
Bila hanya wakilnya yang diganti, maka platformnya tidak berubah, tapi style-nya berubah. Menurut saya, kalau wakil diganti, tidak akan positif bagi pasar, karena secara teknikal tetap membutuhkan adjusment.
Sedangkan kalau presidennya diganti, hanya akan menambah ketidakpastian untuk jangka pendek, tiga sampai enam bulan. Tapi, kalau sudah mencapai satu tahun, artinya negatif bagi pasar. Fundamental yang misalnya sekarang bagus, bisa saja dilihat orang baru tidak bagus.
Kemudian bagus tidaknya utang, kan tergantung konteks dan pelakunya. Kalau tidak senang utang, maka utang itu tidak baik. Tapi, bagi orang yang bisa mengelola utang, pinjaman itu akan positif karena bisa meningkatkan kemampuan laverage atau daya beli sehingga bisa lebih makmur. Semua tergantung cara penguasa atau regulator melihat fundamental sekarang itu dimanfaatkan. Kalau semuanya diubah, akan mengakibatkan ketidakpastian.
Lantas bagaimana pergerakan Rupiah pekan ini?
Harapan kita kurs tidak terlalu bergejolak. Stabil itu lebih baik, darpada 10 ribu balik lagi ke 11.000 per dolar AS. Intinya, kepastian itu ada untuk lima tahun ke depan. Jadi, yang mau investasi, bisa segera membuat planning sambil menunggu hasilnya dua pekan ke depan. Kalau hasil KPU sama dengan quick count, saya kira lima tahun ke depan akan sama dengan sekarang. (E2)
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !