Senin, 28 Mei 2012 | 16:48 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PPP: Golden Triangle Lihat Konstelasi
Headline
Suryadharma Ali - inilah.com/ Raya Abdullah
Oleh: Firmansyah Abde
web - Minggu, 12 April 2009 | 13:31 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum DPP Suryadharma Ali mengaku pertemuannya dengan Ketua Umum DPP Golkar Jusuf Kalla tidak membicarakan Golden Triangle. Sebab, masih menunggu tanggapan parpol lain dan digelarnya rapat partai.

"Golden Triangle tidak dibicarakan dalam pertemuan tadi karena konstelasi politik telah berubah. Soal koalisi pun tidak dibicarakan," kata Suryadharma kepada wartawan, usai bertemu JK, di rumah dinas wapres, Jl Diponegoro, Jakarta, Minggu (12/4).

Suryadharma memaparkan, PPP melihat gagasan Golden Triangle sebagai sebuah latar belakang dari ada komunikasi politik antara Golkar, PPP, dan PDI. Namun, masih menunggu sikap dari parpol-parpol lain untuk bergabung dengan mereka.

"Golden Triangle bukan hanya tiga kaki. Tapi sebagai pemicu untuk sebanyak-banyaknya dari parpol lain. Jadi responnya masih menunggu hasil penghitungan suara formal," ungkapnya.

Sedangkan, rencana pembentukan poros baru antara PPP dan Golkar, lanjutnya, masih
belum dibicarakan. "Kita masih disibuki oleh pemilu, hasil suara, quick count. Kita masih menimba aspirasi dari bawah. Jadi masih menunggu rapat pemegang saham, seperti rapimnas dan lainnya. Baru bisa diputuskan," papar Suryadharma.

Setelah rapimnas, PPP baru akan melihat apakah arus bawah juga mendukung. "Karena bila tidak didukung maka tidak akan jalan keputusannya," pungkasnya. [fir/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.