INILAH.COM, Jakarta Pemilu merupakan hajatan terbesar negara ini pada 2009. Namun, hal ini ternyata tidak didukung oleh prasarana yang memadai, sehingga pendataan terkesan sangat lambat. Bahkan, KPU mengaku hanya memiliki enam server untuk menunjang hal itu.
"Terus terang kita hanya punya enam server. Untuk mempercepat server, hari ini kita mendapat pinjaman lima server tambahan dari BPPT," papar Ketua Pokja IT KPU Sri Nuryanti, saat menggelar konferensi pers di Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2009, di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (12/4).
Untuk itu, akunya, KPU telah meminta bantuan seluruh operatror yang ada di kabupatan/kota untuk mempercepat pemindaian data ke pusat. "Kami tahu, semua menginginkan akses cepat. Kendalanya input data di tingkat kabupaten/kota belum selesai," kata Nuryanti.
Selain itu, lanjutnya, input data itu masih harus melalui tahap verifikasi ulang agar data menjadi faktual. "Karena itu butuh waktu yang lama," Nuryanti beralasan.
Walaupun begitu, lanjutnya, KPU menargetkan suara sudah terlumpul sebanyak 80% pada 20 April mendatang. "Kami juga terus minta teman-teman KLP di daerah segera men-scan dan mengirim secepatnya. Saya sudah SMS, email, milis, dan semua itu kita lakukan," papar Nuryanti. [nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !