inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

'Pemilu Tak Sah, Tapi Sulit Dibatalkan'

Headline
Effendi Gazali
Oleh: Fitriya Usman
Minggu, 12 April 2009 | 18:06 WIB
INILAH.COM, Jakarta Pengamat komunikasi politik Universitas Indonesia Effendi Gazali menilai pemilu yang digelar saat ini tidak sah, karena terjadi penggelembungan suara yang sitematis. Namun, ia mengaku tidak mampu berbuta banyak, karena berhadapan dengan banyak hal.

Menurut Effendi, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) ternyata jauh lebih besar dari yang diperkirakan. Sebab, ada DPT misteri sebesar 33.829.741 yang tiba-tiba muncul dari hasil penghitungan.

Walaupun begitu, Ia mengaku tak mampu berbuat banyak atas data yang telah diperolehnya itu. Sebab, bukan hanya berhadapan dengan partai pemenang, tapi juga publik.

"Jadi yang dibayangkan oleh publik diluar sana ini hanya sekelompok intelektual yang genit, civil society yang genit, atau suara partai-partai yang kalah. Padahal, survei kan sudah membuktikan dari dulu itu adalah memang demikian," papar Effendi, saat menggelar jumpa pers, di Rumah Makan Koetaradja, Jakarta, Minggu (12/4).

Effendi mengajak media untuk berani mengangkat hal ini. "Kalau media ketakutan di bawah strukturnya atau di bawah pemiliknya masing-masing, maka ini akan kembali lagi ke opini publik," katanya.

Yang dipersoalkan, lanjutnya, bukan karena angka golput yang mencapai 30%. Sebab, jika berhenti di angka 30%, bisa saja disebut AS lebih rendah lagi. Karena saat Pilpres AS, tingkat partisipasi warga hanya 58% dan sudah dianggap paling tinggi.

"Jadi pemilu ini tidak sah, karena ada pemangkasan di bawah dan penggelembungan di atas. Kita tidak menunjuk partai apapun. Tapi angka ini mudah ditemukan oleh siapa saja, dan mari kita kaji bersama," tegas Effendi. [nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.