INILAH.COM, Jakarta - Posisi di atas angin Partai Demokrat dalam perolehan suara sementara Pemilihan Legislatif 2009, membuat Susilo Bambang Yudhoyono diprediksikan terpilih kembali. Namun SBY, disarankan hati-hati dalam memilih pendampingnya.
Menurut Direktur Eksekutif Lead's Institute Bima Arya Sugiarto, jika salah memilih, pendamping SBY justru akan menjadi bumerang. "Misalnya SBY menggandeng Hidayat Nur Wahid. Maka PKS yang akan kuat, bukan Demokrat. Itu hanya membesarkan macan saja," jelas Bima, saat konferensi pers, di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (14/2).
Ia mengatakan, pendamping yang dinilai lebih baik bagi Ketua Dewan Pembina PD itu adalah pasanganya saat ini, yakni Jusuf Kalla. Sebab posisi JK tidak dalam kapasitas membesarkan Partai Golkar, karena partai beringin itu sudah terlebih dulu besar.
Untuk saat ini, jelas Bima, SBY setidaknya memiliki empat pilihan bagi pasangannya. Yakni, mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid, JK, kader internal PD, dan yang bukan berasal dari parpol.
"Namun SBY butuh cawapres yang memperkuat kekuasaan di parlemen. Untuk itu harus berhati-hati memilih cawapres. Pemilu 2009 ini adalah suksesi PD untuk 2014. Pemilu yang sangat berarti untuk masa depan PD," jelasnya. [jib/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !.
Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android
dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone