inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Demokrat-PBB Bahas Detil Koalisi

Headline
Hadi Utomo
Oleh: Vina Nurul Iklima
Selasa, 14 April 2009 | 14:35 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ketua Majelis Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk meneken desakan agar pemerintahan SBY bertanggung jawab atas kecurangan pemilu. Sedangkan Ketua Umum PBB MS Kaban bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo untuk membahas detil koalisi.

"Tadi pertemuan antara Demokrat dengan PBB membahas bagaimana menuju koalisi lebih detil lagi. Karena koalisi dengan PBB sudah berlangsung sejak 2004 lalu ketika kami mengusung SBY dan JK. Tapi meski demikian koalisi betul-betul belum resmi. Nanti akan kami beritahukan," kata Hadi di Mid Plaza, Jakarta, Selasa (14/4).

Hasil pembicaraan dengan PBB, lanjut Hadi, Demokrat dalam 1-2 hari ini akan membahas atau merancang koalisi-kolaisi selanjutnya dengan melakukan pertemuan-pertemuan lagi.

"Namanya juga kan koalisi, belum pasti. Tapi ada substansi yang dibicaakan. Kalau sudah disepakati, baru ditandatangani secara resmi oleh kedua pihak. Minggu ini Demokrat melakukan pendekatan dengan 7 partai sahabat," tutur Hadi.

Meski demikian Hadi menampik pertemuan-pertemuan tersebut dilakukan untuk menyaingi maupun sebagai antisipasi terhadap pertemuan para tokoh di rumah Mega.

"Oh tidak ada. Pertemuan ini dalam rangka koalisi untuk mengusung presiden dan wakil presiden. Tidak ada antisipasi soal itu. Kita hanya meningkatkan silaturahmi politik kok," kilah Hadi. [sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.