Senin, 28 Mei 2012 | 16:50 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Demokrat-PBB Bahas Detil Koalisi
Headline
Hadi Utomo
Oleh: Vina Nurul Iklima
web - Selasa, 14 April 2009 | 14:35 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ketua Majelis Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk meneken desakan agar pemerintahan SBY bertanggung jawab atas kecurangan pemilu. Sedangkan Ketua Umum PBB MS Kaban bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo untuk membahas detil koalisi.

"Tadi pertemuan antara Demokrat dengan PBB membahas bagaimana menuju koalisi lebih detil lagi. Karena koalisi dengan PBB sudah berlangsung sejak 2004 lalu ketika kami mengusung SBY dan JK. Tapi meski demikian koalisi betul-betul belum resmi. Nanti akan kami beritahukan," kata Hadi di Mid Plaza, Jakarta, Selasa (14/4).

Hasil pembicaraan dengan PBB, lanjut Hadi, Demokrat dalam 1-2 hari ini akan membahas atau merancang koalisi-kolaisi selanjutnya dengan melakukan pertemuan-pertemuan lagi.

"Namanya juga kan koalisi, belum pasti. Tapi ada substansi yang dibicaakan. Kalau sudah disepakati, baru ditandatangani secara resmi oleh kedua pihak. Minggu ini Demokrat melakukan pendekatan dengan 7 partai sahabat," tutur Hadi.

Meski demikian Hadi menampik pertemuan-pertemuan tersebut dilakukan untuk menyaingi maupun sebagai antisipasi terhadap pertemuan para tokoh di rumah Mega.

"Oh tidak ada. Pertemuan ini dalam rangka koalisi untuk mengusung presiden dan wakil presiden. Tidak ada antisipasi soal itu. Kita hanya meningkatkan silaturahmi politik kok," kilah Hadi. [sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.